Sikat Afrika Selatan, Uruguay "Gandeng" Meksiko?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Uruguay merayakan kemenangan mereka atas Afrika Selatan di Loftus Versfeld Stadium, Pretoria,Afrika Selatan (16 juni 2010). AP/Themba Hadebe

    Para pemain Uruguay merayakan kemenangan mereka atas Afrika Selatan di Loftus Versfeld Stadium, Pretoria,Afrika Selatan (16 juni 2010). AP/Themba Hadebe

    TEMPO Interaktif , Pretoria:Uruguay sedang berada di atas awan. Setelah memetik kemenangan penting 3-0 dari Afrika Selatan bukan rahasia lagi pasukan Oscar Tabarez akan “mendukung” Meksiko yang akan meladeni permainan Prancis malam nanti di Polokwane.

    Dua gol dari Diego Forlan ditambah gol Alvaro pereira pada menit akhir menipiskan peluang Afsel untuk lolos ke putaran kedua. Apa pun yang terjadi malam nanti, Uruguay tinggal memaksakkan hasil seri pada laga terakhir melawan Meksiko pada 22 Juni untuk bisa melangkah ke putaran kedua.

    Namun meski Meksiko bisa membungkam Le Bleus, kedua negara Amerika Latin itu tinggal memaksakkan hasil seri untuk lolos. Kemungkinan di atas bisa dianggap sebagai teori konspirasi. Namun Uruguay tidak menghindari fakta bahwa skenario itu bisa saja terjadi.

    “Kami telah mengambil langkah besar untuk bisa lolos ke putaran kedua. Namun masih ada satu pertandingan lagi,” tegas kiper Uruguay Fernando Muslera, yang masih membela klub Serie A Liga Italia Lazio, Kamis (17/6).

    “Kami harus mengalahkan Meksiko namun jika mereka menang dari Prancis maka kami bisa lolos dengan hasil seri,” Muslera berharap.

    Pendapat Muslera diamini rekannya Edinson Cavani, penyerang Palermo. “Ini adalah langkah penting namun kami harus meningkatkan perminan untuk bisa bermain lebih baik lagi pada pertandingan selanjutnya,” tegasnya.

    “Jika Meksiko bisa mengalahkan Prancis hasil itu bagus buat kami. Namun kami harus tetap konsentrasi pada pertandingan kami sendiri untuk tidak menggantungkan harapan kepada tim lainnya,” terangnya.

    Kemenangan dari Afsel menjadi spesial buat Uruguay. Tim yang pernah menembus babak semi final di Piala Dunia 1970 di Meksiko itu sukses memetik kemenangan pertama sejak terakhir meraihnya di Piala Dunia 1990. Ini menjadi lebih berarti bagi Muslera yang merayakan hari jadinya ke-24 dengan kemenangan.

    “Ini menakjubkan untuk bisa menang setelah 20 tahun. Kami tampil sempurna kami menemukan ketenangan yang hilang ketika melawan Prancis,” katanya.

    “Ini adalah emosi yang besar. Kami berharap untuk tampil sempurna jika terus bermain seperti ini kami akan baik-baik saja,” tambahnya.

    Namun, Forlan meminta pendukung Uruguay di kampung halaman untuk tidak merayakan kemenangan ini dengan berlebihan. “Kami tahu kami bisa memengnakan pertandingan ini, kami menciptakan banyak peluang, bertahan dengan sempurna, namun pertandingan ini berjalan imbang,” tegas bintang Atletico Madrid itu.

    “Penduduk Uruguaay dan jurnalis bisa berpikir apapun yang mereka mau. Namun kami tidak berpikir soal gelar. Kami memilih merendah, realistis, dan melanjutkan kerja keras,” harap Forlan.

    AP | BAGUS WIJANARKO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.