Diego Forlan: Saya Sangat Senang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Forlan mencetak gol ke gawang Afrika Selatan melalui tendangan jarak jauh.  REUTERS/Dylan Martinez

    Diego Forlan mencetak gol ke gawang Afrika Selatan melalui tendangan jarak jauh. REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO Interaktif, Pretoria  - Penyerang Uruguay Diego Forlan menjadi pemain terbaik dalam laga Uruguay melawan Afrika Selatan di Loftus Versfeld Stadium, Pretoria, Kamis (17/6). Striker Atletico Madrid itu mencetak dua gol dan membawa Uruguay menang 3-0 atas tim tuan rumah dalam pertandingan babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010.

    Sejak menit awal Uruguay tampil menekan, serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Uruguay membuahkan gol di menit ke-24 saat tembakan keras Diego Forlan dari jarak sekitar 25 meter gagal diblok kiper Itumeleng Khune. Bola itu sempat membentur kepala bek Aaron Mokoena sebelum menaklukkan Khune.

    Gol kedua Forlan dicetak lewat titik penalti. Pada menit ke-75 kiper Afrika Selatan, Khune menjatuhkan striker Uruguay, Luis Suarez. Wasit asal Swiss, Massimo Busacca mengganjar kartu merah dan mengusir keluar Khune.

    Forlan yang menjadi eksekutor melakukan tugasnya dengan sempurna. Ia melepaskan tembakan yang menusuk bagian atas jaring gawang untuk menaklukkan kiper pengganti Afrika Selatan, Moeneeb Josephs, sekaligus menambah keunggulan Uruguay.

    ADVERTISEMENT

    Dengan gol itu, Forlan menjadi pemain pertama yang membukukan 2 gol dalam satu pertandingan di Afrika Selatan.

    Saya sangat senang,” kata Forlan. “Inilah Uruguay yang sebenarnya,” ujar pemain 31 tahun ini.

    Forlan masuk ke putaran final Piala Dunia pertama kali pada 2002. Dia mencetak satu gol saat melawan Senegal. Dalam Piala Dunia yang digelar di Korea Selatan-Jepang itu, Uruguay gagal lolos ke babak berikutnya.

    Forlan memulai karirnya di klub Argentina, Independiente. Selama empat tahun (1998-2002) di sana ia tampil memukau. Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson pun tertarik, pada 2002 dia dibawa ke Old Trafford dengan nilai 6,9 juta Pound.

    Di liga utama Inggris ia mandul. Perlu 8 bulan, 27 pertandingan sampai akhirnya ia mencetak gol di liga Champions saat MU berjumpa dengan Maccabi Haifa, itu pun dari titik penalti.

    Di klub raksasa Inggris itu, Forlan kerap mbalelo, dia sering tidak mendengar perintah Ferguson. Puncaknya saat MU melawan Chelsea dia gagal meceploskan bola ke gawang Chelsea, padahal sudah berdiri bebas. Sejak itu, dia tidak pernah dimainkan oleh Ferguson.

    Forlan akhirnya pindah ke Villareal pada 2004. Di musim pertamanya Forlan memukau, ia mencetak 25 gol dan mendapat trofi Pichichi, sebuah penghargaan bagi top skor liga Spanyol dari harian Marca.

    Pada 2007, Forlan dibeli Atletico Madrid senilai 21 juta Euro. Di sana ia menggantikan Fernando Torres yang pindah ke Liverpool. Di klub Spanyol itu ia membuktikan diri sebagai pengganti Torres yang sukses.

    “Dia pemain hebat, dia tipe pemain yang bisa mendikte permainan,” kata pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Parreira. “Dia sudah membuktikan diri menjadi top skor di liga Spanyol dua kali dan dia mencetak gol yang indah hari ini,” kata Parreira seusai pertandingan Uruguay dengan Afrika Selatan.

    GOAL I AP I POERNOMO G RIDHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.