Mokoena: Afrika Selatan Harus Lupakan Kekalahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • para pemain Afrika Selatan tampak kecewa usai dikalahkan Uruguay. AP/Ivan Sekretarev

    para pemain Afrika Selatan tampak kecewa usai dikalahkan Uruguay. AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Afrika Selatan berpeluang menjadi tuan rumah pertama yang tersingkir lebih awal di sepanjang sejarah Piala Dunia. Hasil seri 1-1 melawan Meksiko dan kekalahan 0-3 dari Uruguay, membuat peluang mereka lolos ke babak sistem gugur berada di ujung tanduk.

    Dalam posisi yang sangat rawan itu, kapten Bafana-Bafana, Aaron Mokoena, menegaskan bahwa seluruh pemain Afrika Selatan harus segera melupakan dua pertandingan pertama itu. “Kami berada dalam posisi yang buruk dan tergantung pada tim lain. Kami tidak ingin hal ini terjadi,” kata Mokoena.

    ”Sudah tidak penting lagi duduk dan memikirkan apa yang telah kita lakukan, di mana semuanya berjalan salah, dan wasit membuat beberapa kesalahan. Yang lebih penting sekarang ini adalah melupakan apa yang terjadi.”

    Afrika Selatan sementara menghuni juru kunci Grup A dengan nilai 1 tapi sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak dibanding Meksiko dan Prancis yang akan bermain malam ini (Kamis, 17/6). Sedangkan Uruguay memimpin dengan nilai 4 dan tinggal membutuhkan hasil seri untuk lolos.

    ADVERTISEMENT

    “Memang sulit untuk mendapat lagi keyakinan (yang kami rasakan sebelumnya). Tetapi masyarakat di belakang kami. Kami harus meyakinkan diri bahwa kami bisa mendapat kepercayaan diri lagi dan masih punya peluang saat melawan Prancis, yang merupakan tim papan atas dan berpengalaman,” lanjut Mokoena.
    Sejak Piala Dunia digelar pertama kali tahun 1930, tak ada tim rumah yang langsung tersingkir di babak grup.

    REUTERS | ARIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.