Pemain Senior Kamerun Kritik Pelatih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Achille Emana. AP/Hussein Malla

    Achille Emana. AP/Hussein Malla

    TEMPO Interaktif!-- @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->, Durban – Pemain senior Kamerun meminta pelatih Paul Le Guen mempertimbangkan kembali pemilihan pemain untuk laga kedua Grup E melawan Denmark, Sabtu (19/6). Mereka menilai pelatih asal Prancis itu terlalu banyak menurunkan pemain muda.

    Le Guen tak mencantumkan dua bek Rigobert Song, Geremi serta gelandang Alexandre Song dalam starting line-up saat Kamerun dipukul Jepang 1-0 pada laga pertama di Bloemfontein, Senin (14/6).

    “Apa yang telah kami lihat dalam beberapa laga terakhir yang kami pikir kai kurang beruntung adalah para pemain muda yang masih baru lebih sering diturunkan dengan mengorbankan para pemain berpengalaman,” ujar gelandang Achille Emana.

    “Mereka tak bisa mengatasi tekanan yang dirasakan saat bermain di turnamen-turnamen besar seperti Piala Dunia.

    “Itulah sebabnya kenapa kami meminta pelatih mereview kembali susunan pemain untuk pertandingan melawan Denmark Sabtu ini.”

    ADVERTISEMENT

    Le Guen sendiri tak pernah lagi berbicara kepada media sejak usai pertandingan di Bloemfontein dan ia kembali memunculkan pertanyaan saat absen pada acara jumpa pers Kamis (17/6).

    Emana yang biasanya bermain sebagai gelandang serang dan telah memperkuat Kamerun sejak 2003, baru dimasukkan di babak kedua melawan Jepang. Tapi, ia tak senang dengan peran yang diberikan kepadanya.

    “Saya lebih sering dipasang bukan pada posisi yang tepat buat saya. Saya dipaksa harus mengejar bola ke seluruh sisi lapangan. Dengan begitu, bagaimana Anda bisa menuntut saya untuk bermain efektif?” keluh Emana.

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.