Slovenia Vs Amerika Serikat: Pembunuh Superpower  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Darko Bandic

    AP Photo/Darko Bandic

    TEMPO Interaktif, IRENE -- Menjelang laga antara Slovenia dan Amerika Serikat, Andrej Komac omong besar. Gelandang Slovenia itu sesumbar, timnya akan menggulung Amerika Serikat dalam pertandingan Grup C di Ellis Park pada hari ini.

    "Kami pasti menang," kata Komac seusai latihan pada Rabu lalu. Gelandang serang yang bermain untuk klub Maccabi Tel Aviv ini merasa tim Slovenia di atas angin setelah mengalahkan Aljazair dalam pertandingan pembuka Grup C. Slovenia menekuk Aljazair dengan skor 1-0 berkat gol kapten Robert Koren pada menit ke-79.

    Slovenia kini berada di puncak klasemen Grup C dengan poin 3. Di bawah mereka bercokol Amerika Serikat dan Inggris, yang masing-masing mempunyai nilai 1. Sebagai pemuncak, Slovenia, sebuah negara berpenduduk 2 juta jiwa dengan luas tak lebih dari New Jersey, yakin bisa meraih poin penuh dan lolos ke babak 16 besar.

    Pernyataan Komac mengundang reaksi dari tim Amerika Serikat. "Omongan itu murahan," kata kiper tim nasional Amerika Serikat, Tim Howard. Menurut dia, Komac harus membuktikannya dalam pertandingan hari ini. "Dia akan menghadapi kami dengan kakinya selama 90 menit, begitu pula sebaliknya. Bila dia masih bisa berdiri, saya akan angkat topi," kata Howard.

    ADVERTISEMENT

    Howard tampil cemerlang ketika melawan Inggris. Beberapa kali dia menyelamatkan gawang Amerika Serikat. Kiper 31 tahun ini pun bertabrakan dengan striker Inggris, Emile Heskey, hingga tulang rusuknya cedera. Kiper Everton ini akhirnya menggunakan obat pereda sakit ketika masuk pada babak kedua sampai akhir pertandingan.

    "Waktu adalah obat yang paling mujarab," ujar Howard. "Saya mempunyai waktu untuk istirahat beberapa hari, masih sedikit nyeri. Tapi, bila kamu main di turnamen tertinggi, bukan itu yang kamu pikirkan," katanya.

    Sementara itu, gelandang Amerika Serikat, Landon Donovan, yang menjelang pertandingan melawan Inggris sesumbar menang, kini melunak. "Ini akan menjadi partai menarik. Sebab, bila Slovenia menang, mereka pasti ke babak berikutnya," katanya.

    Pelatih Amerika Serikat, Bob Bradley, agaknya merombak formasi tim. Gelandang tengah Michael Bradley dan Ricardo Clark, yang ketika melawan Inggris ditempatkan sebagai gelandang bertahan, akan dipaksa maju. Mereka akan diminta membantu serangan dan menyuplai bola bagi Jozy Altidore dan Robbie Findley.

    "Kami akan tampil keluar menyerang dan bermain keras," kata Clint Demsey, gelandang yang mencetak gol ke gawang Inggris gara-gara kiper Inggris, Robert Green, melakukan blunder.

    Sementara itu, pelatih Slovenia, Matjaz Kek, akan mengubah taktik permainan. Menurut dia, setelah mengevaluasi pertandingan sebelumnya, Slovenia harus memperbaiki operan dari kaki ke kaki dan bermain lebih cepat.

    Kek tetap mempertahankan pola 4-4-2 dengan Valter Birsa dan Andraz Kirm beroperasi di sayap. Sedangkan kapten Robert Koren dan Aleksandar Radosavljevic akan bermain di lapangan tengah. Mereka bertugas membantu dan memanjakan dua penyerang Zlatko Dedic dan Milivoje Novakovic.

    Zlatko Dedic agaknya tetap menjadi pilihan dibanding Zlatan Ljubijankic di lini depan. Penyerang 25 tahun yang merumput di Bochum ini mencetak gol penentu saat melawan negara adidaya Rusia tahun lalu. Hasil 1-0 dalam pertandingan itu akhirnya membawa Slovenia masuk ke putaran final di Afrika Selatan.

    Di depan, Dedic akan berduet dengan Milivoje Novakovic, yang menjadi andalan Slovenia. Striker 31 tahun ini adalah penyerang yang rajin, penuh semangat, dan hebat dalam mengeksekusi bola mati. Dalam pertandingan pemanasan melawan Selandia Baru pada 5 Juni lalu, Novakovic menyarangkan dua gol dari tendangan bebas.

    l AP | REUTERS | POERNOMO G RIDHO

    Formasi
    SLOVENIA 4-4-2
    1-Handanovic -KIPER

    2-Brecko, 4-Suler, 5-Cesar, 13-Jokic -BEK KANAN KE KIRI

    10-Birsa, 8-Koren, 18-Radosavljevic, 17-Kirm -TENGAH KANAN KE KIRI

    14-Dedic, 11-Novakovic -DEPAN

    AMERIKA 4-4-2

    1-Howard --KIPER

    6-Cherundolo, 15-DeMerit, 5-Onyewu, 3-Bocanegra -BEK KANAN KE KIRI

    10-Donovan, 4-Bradley, 13-Clark, 8-Dempsey -TENGAH KANAN KE KIRI

    17-Altidore, 20-Findley -DEPAN

    Rekor Pertemuan
    Kedua tim belum pernah bertemu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.