Kewell Diusir, Ghana Samakan Kedudukan 1-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasit Roberto Rosetti (kiri) mengganjar Harry Kewell dengan kartu merah dalam penyisihan grup D Piala Dunia (19/6). AP/Ivan Sekretarev

    Wasit Roberto Rosetti (kiri) mengganjar Harry Kewell dengan kartu merah dalam penyisihan grup D Piala Dunia (19/6). AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO Interaktif, Rustenburg - Hingga babak pertama usai, Australia dan Ghana masih sama kuat 1-1 di pertandingan kedua Grup D, Sabtu (19/6). Pertandingan yang berlangsung di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, berlangsung menarik.

    Kedua tim menerapkan pola 4-5-1. Australia, urutan 20 dunia, menempatkan sayap veteran Harry Kewell, 31 tahun, sebagai penyerang tunggal. Sementara Ghana, urutan 32, mengandalkan Asamoah Gyan, yang mencetak gol tunggal dari titik penalti di pertandingan pertama melawan Serbia.

    Kapten Ghana, Stephen Appiah, hanya duduk di bangku cadangan. Begitu juga bintang lini tengah Inter Milan, Sulley Muntari, yang belum pulih benar dari cedera.

    Australia unggul lebih dahulu berkat gol Brett Holman di menit 13. Gol berawal dari tendangan bebas Mark Bresciano. Tendangan kerasnya mengarah ke sisi kanan gawang Ghana. Kiper sekaligus kapten Richard Kingson bergerak ke arah yang tepat. Namun bola meronta dan lepas dari pelukannya, lalu jatuh ke depan Holman. Gelandang klub AZ Alkmaar, Belanda, itu menyarangkan bola dengan mudah.

    Titik balik pertandingan terjadi di menit 24, saat wasit Roberto Rosetti secara kontroversial mengeluarkan kartu merah untuk Kewell. Pemain paling berpengalaman di kubu Australia dengan 45 caps itu dituding menghalau bola dengan tangan. Tayangan ulang menunjukkan Kewell menyorongkan dadanya saat tendangan keras Jonathan Mensah mengarah ke sisi kanan gawang Australia. Bola lalu membentur dada dan lengan kanan bagian atas, yang masih terapit erat dengan dada.

    Wasit Rosetti tidak mengindahkan protes keras pasukan Negeri Kanguru dan berkeras mengusir Kewell. Pukulan telak bagi Australia yang juga dihukum tendangan penalti.

    Gyan dengan tenang mengeksekusi tendangan sebelas pas ke kiri bawah gawang Australia, menjauhi kiper Mark Scwarzer yang merebah ke sisi kanan. Ini merupakan gol kedua penyerang bernomor punggung 3 itu, setelah di pertandingan pertama juga mencetak gol lewat titik putih.

    Kehilangan satu-satunya penyerang membuat Socceroos kehilangan gigi. Ghana menghujaninya dengan delapan tembakan. Satu tembakan Kevin Price Boateng di menit 43, nyaris membuat Pasukan Bintang Hitam unggul. Beruntung bagi Australia, Scwarzer masih bisa menepis bola mendatar itu.

    Anak-anak asuh Pim Verbeek tahu betul kekalahan di partai ini berarti tiket pulang. Pasalnya Australia sudah kalah di pertandingan pertama, saat dibantai Jerman 4-0. Sebaliknya, kemenangan secara otomatis memberikan lampu hijau bagi Ghana ke babak knock out.

    FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.