Warga Kota Mataram Lebih Banyak Nonton Bareng di Luar Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Noveradika

    ANTARA/Noveradika

    TEMPO Interaktif, MATARAM - Nonton bareng siaran langsung pertandingan sepak bola Piala Dunia 2010 dilakukan warga Kota Mataram karena berbagai alasan. Herjan, 27 tahun, Kampung Pondok Prasi, Ampenan, misalnya, bergabung bersama sekitar 100 penonton di Narmada Convention Hall (NCH), Mataram. ”Di rumah saya mati lampu, kena pemadaman bergilir,” ujarnya, Minggu malam (20/6).

    Sebanyak 26 meja yang disebar di sisi barat dan timur ruang NCH, dipadati pengunjung yang saat itu menyaksikan pertandingan antara Slovakia yang berhadapan dengan Paraguay. Dua layar lebar menayangkan pertandingan tersebut yang direlay dari Global TV.

    Herjan, pedagang telepon seluler itu juga mengaku lebih bebas melepaskan kegirangannya menyaksikan aksi pemain kesebelesan kesayangannya, seperti saat pemain Paraguay Enrique Vera dan Cristian Riveros menjebol gawang Slovakia. ”Kalau nonton di rumah tidak bisa berteriak karena mengganggu anak saya yang masih kecil," tutur Herjan.

    Di antara penonton di NCH, juga terdapat Supriyanto, warga perumahan Pagutan Permai, Mataram. Dia tidak bisa menikmati pertandingan dengan nyaman karena daya tangkap televisinya terhadap tayangan yang disuguhkan Global TV sering terganggu.

    Herjan dan Supriyanto tak keberatan merogoh kantong Rp 10 ribu per orang sebagai tanda masuk ke NCH karena mendapatkan satu kaleng soft drink. Seperti juga penonton lainnya, keduanya siap begadang menunggu pertandingan berikutnya, yakni antara Italia melawan Selandia Baru.

    ADVERTISEMENT

    Selain di NCH, juga tersedia fasilitas televisi untuk nonton bareng di sejumlah tempat lainnya, seperti di sejumlah cafe dan hotel.

    Operation Manager Narmada Convention Hall Tarpi Juandi mengatakan, ajang nonton bareng Piala Dunia dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan NCH yang beroperasi sejak setahun yang lalu. Dia tidak terlalu mempermasalahkan jumlah penghasilan yang diraih. Tempat nonton bareng tersebut merupakan lokasi yang akan dipakai membangun restoran untuk melengkapi fasilitas hotel yang ada di komplek NCH. SUPRIYANTHO KHAFID.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.