Lippi: Saya Tak Meninggalkan Pemain Lebih Baik di Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcello Lippi. AP/Alessandra Tarantino

    Marcello Lippi. AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO Interaktif , Nelspruit – Pelatih Italia, Marcello Lippi, menolak tudingan telah mencoret lebih banyak pemain berbakat dari skuadnya setelah sang juara bertahan ditahan imbang 1-1 oleh tim lemah Selandia Baru di laga Grup F, Minggu (20/6).

    Ini hasil imbang kedua yang dicatat Italia setelah ditahan Paraguay di laga pertama juga dengan skor 1-1. Dengan hasil ini, Gli Azzurri harus mengalahkan Slovakia dalam laga terakhir Kamis (24/6) untuk bisa lolos ke 16 Besar sekaligus menyelamatkan reputasi mereka.

    Lippi telah mengabaikan striker kreatif Sampdoria, Antonio Cassano, sejak ia kembali menangani tim Italia pada 2008. Ia juga tak memanggil Alessandro Del Piero dan Giuseppe Rossi meski kedua striker itu punya kemampuan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

    “Saya sepenuhnya yakin tak ada pemain fenomenal yang saya tinggalkan di Italia,” Lippi ujar Lippi dalam jumpa pers seusai pertandingan lawan Selandia Baru.

    “Kami punya pemain-pemain yang memiliki kepribadian, mereka yang telah membuktikan kualitasnya di turnamen ini. We have the Serie A top scorer of 29 goals (Antonio Di Natale).

    “Saya pikir ini bukan masalah kepribadian, ini hanya aliran permainan. Tak ada pemain lain yang mungkin saya bawa. Mereka juga mungkin mengalami maslah yang sama dengan para pemain yang berlaga hari ini. Terlalu awal untuk berbicara tentang itu.”

    Kini, Italia harus meningkatkan penampilan saat menghadapi Slovakia Kamis ini jika mereka ingin menang dan lolos ke babak berikutnya.

    Saat ditanya apakah gelandang kreatif Andrea Pirlo bisa membuat perbedaan jika ia kembali, Lippi menjawab: “Jika ia bisa diturunkan, tapi saya tak bisa memastikan.”

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.