Buntut Kisruh di Tim Prancis, Direktur Federasi Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raymond Domenech (belakang) dan Nicolas Anelka (depan). AP Photo/Francois Mori

    Raymond Domenech (belakang) dan Nicolas Anelka (depan). AP Photo/Francois Mori

    TEMPO Interaktif , Knysna, Afrika Selatan: Kisruh di tim nasional Prancis semakin dalam saja. Setelah para pemainnya menolak berlatih sepeninggal Nicolas Anelka, kini direktur Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Jean-Louis Valentin memutuskan untuk meninggalkan Le Bleus dengan alasan lelah dengan masalah yang kini dihadapinya.

    “Ini merupakan skandal bagi tim nasional Prancis, buat orang-orang muda di sini. Ini adalah skandal bagi federasi (FFF) dan Le Bleus. Mereka tidak ingin berlatih. Ini tidak bisa diterima,” keluh Valentin, Senin (21/6).

    “Tanya saya, ini telah berakhir. Saya mundur dari federasi. Saya muak dan jijik,” ketus Valentin.

    Tensi di dalam skuad Prancis semakin mendidih setelah tim tiba di tempat latihan dan keluar dari bus untuk menemui 200 fans yang berkumpul. Domenech, yang taktik dan kemampuan manajemennya dipertanyakan, tetap bertahan di dalam bus untuk berbicara dengan kapten tim Patrice Evra.

    Keributan juga sempat dilakukan pelatih kebugaran Ribert Duverne. Ia melemparkan identitas pribadi tim ke lapangan setelah berargumen dengan Evra di mana Domenech sempat menengahi hal tersebut.

    “Semua orang di seluruh dunia sedang mengolok-olok kami saat ini. Saya merasa hancur karena kami tidak bermain sepak bola lagi,” keluh Franck Ribery.

    Setelah kejadian itu Domenech membacakan pernyataan yang dibuat para pemain untuk melancarkan protesnya. “Federasi Sepak Bola Prancis tidak berusaha melindungi tim. Mereka menambil keputusan berdasarkan pada fakta yang dilansir media. Sebagai konsekuensinya dan untuk memperlihatkan protes dari keputusan yang telah diambil pejabat di FFF, semua pemain memutuskan untuk tidak mengambil bagian dalam sesi latihan,” kata Domenech dalam pernyataannya.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.