Luis Fabiano: Gol Terbaik Sepanjang Karir Saya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luis Fabiano merayakan golnya ke gawang Pantai Gading. AP/Ivan Sekretarev

    Luis Fabiano merayakan golnya ke gawang Pantai Gading. AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Striker Brasil Luis Fabiano dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan grup G di stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (21/6) dinihari waktu Indonesia barat. Dalam partai yang berakhir 3-1 bagi kemenangan Brasil itu Fabiano membobol gawang Pantai Gading dua kali.

    Fabiano mencetak gol pada menit ke-25 dan 50 dalam pertandingan. Gol pertama Fabiano tercipta berkat umpan terobosan Kaka. Sedangkan gol kedua sedikit berbau kontroversial karena striker Sevilla itu terlihat mengontrol bola dengan tangannya sebelum melepaskan tembakan ke gawang Boubacar Barry dengan kaki kirinya. Namun, wasit mensahkan gol ini.

    Fabiano mengakui, tangannya sempat menyentuh bola. “Benar, bola itu menyentuh tangan saya, kemudian bahu saya tapi itu tidak sengaja dan gol itu salah satu gol terbaik sepanjang karir saya,” kata pemain 29 tahun ini.

    Striker Pantai Gading Didier Drogba memuji penampilan penyerang Brasil Luis Fabiano dalam pertandingan grup G antara Pantai Gading melawan Brasil dini hari tadi di stadion Soccer City, Johannesburg. Dalam laga tersebut, Brasil mengalahkan Pantai Gading 3-1.

    “Kunci dalam pertandingan itu Luis Fabiano, dia menciptakan dua gol fantastis, meski salah satunya berbau ilegal,” kata Drogba seusai pertandingan. “Kami memberi terlalu banyak ruang, dan dia menghukum kami,” kata pemain Chelsea ini.

    Fabiano lahir di Sao Paulo pada 8 November 1980. Dia memulai karir sepak bolanya di Sao Paulo dengan bergabung dengan klub Ponte Preta 1997–2000. Pada 2000 ia bergabung dengan klub Prancis, Rennes. Selama setahun di Rennes, Fabiano kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Prancis, Fabiano akhirnya pindah ke klub Sao Paulo, di sana selama tiga tahun Fabiano mencetak 61 gol dan mempersembahkan piala Copa Amerika bagi Sao Paulo pada 2004.

    Pada tahun yang sama klub raksasa Portugal, FC Porto meminangnya. Ia pun pindah dengan nilai transfer 10 juta Euro. Di FC Porto, Fabiano tampil melempem, dari 22 kali penampilannya ia hanya mencetak 3 gol. Akhirnya, setahun kemudian, pada 2005 ia pindah ke La Liga dan bergabung dengan Sevilla.

    Di Sevilla, Fabiano menemukan tempatnya. Ia ikut menyumbang gol saat Sevilla menghancurkan Middlesbrough 4-0 di final piala UEFA tahun 2006. Pada musim 2007-2008 ia menjadi runner up pencetak gol terbanyak di la liga dengan 24 gol.

    SOCCERNET I REUTERS I POERNOMO G RIDHO 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.