Prancis Hancur Total  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Prancis tampak kecewa setelah gawangnya dibobol oleh pemain Afrika Selatan. AP/Francois Mori

    Para pemain Prancis tampak kecewa setelah gawangnya dibobol oleh pemain Afrika Selatan. AP/Francois Mori

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Prancis hancur total di Afrika Selatan. Setelah dilanda pertikaian internal yang sampai dianggap mencoreng citra negara, Franck Ribery cs dilumpuhkan tuan rumah Afrika Selatan 2-1 pada laga terakhir Grup A yang digelar di Stadion Free State, Bloemfontein, Selasa (22/6) malam. Les Bleus terpaksa pulang tanpa meraih satu kemenangan pun di Piala Dunia kali ini.

    Namun Prancis tak sendirian menanggung malu. Afrika Selatan yang hanya menang dengan selisih satu gol juga tak lolos ke babak enam belas besar. Hal ini karena di pertandingan lain Uruguay hanya menang 1-0 atas Meksiko. Afrika Selatan pun menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama yang tak mampu lolos dari babak grup.

    Gol pertama bagi Bafana-Bafana dalam laga ini dicetak gelandang Bongani Khumalo di menit ke-20. Ia memenangkan duel udara melawan Abou Diaby sebelum mencetak gol melalui sundulan kepala mememanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan Siphiwe Tshabalala.

    Tertinggal satu gol, Prancis berusaha meningkatkan serangannya. Namun bencana lagi-lagi mendatangi mereka setelah gelandang serang Yoan Gourcuff mendapat kartu merah di menit ke-26. Gourcuff diusir wasit Oscar Ruiz asal Kolombia karena dianggap menyikut pemain belakang Afrika Slatan.

    Unggul jumlah pemain, Afrika Selatan semakin percaya diri. Pada menit ke-37 mereka menambah gol lewat strikernya Katlego Mphela. Pemain asal klub Mamelodi Sundowns itu berhasil memanfaatkan bola liar di kotak pinalti Prancis dengan tendangan keras yang menghujam gawang Hugo Lloris.

    Setelah tertinggal 0-2 Domenech memasukkan Florent Malouda dan Thierry Henry di babak kedua. Malouda, gelandang asal Chelsea, berhasil memperkecil ketertinggalan setelah mencetak gol di menit ke-70 memanfaatkan umpan Ribery. Namun hingga laga usai, Prancis tak mampu menambah gol.

    Kegagalan ini tampaknya akan menjadi akhir dari era kepelatihan Raymond Domenech di tim Prancis. Domenech, pemain nasional Prancis era 70-an, sudah melatih Les Bleus sejak 2004. Posisinya pernah diusik akibat kegagalan di Piala Eropa 2008. Tapi Asosiasi Sepak Bola Prancis ternyata masih mempercayai pelatih berusia 58 tahun itu hingga Piala Dunia 2010.

    Di Afrika Selatan, kepercayaan pemain Prancis terhadap Domenech luntur setelah mereka digasak Meksiko 0-2 dan Nicolas Anelka dipulangkan karena dianggap memaki Domenech. Beberapa pemain senior kemudian melakukan pemberontakan dengan memboikot sesi latihan sehingga pemerintah Prancis merasa malu.

    “Sepak bola Prancis sedang menghadapi sebuah bencana, bukan karena kalah dalam sebuah pertandingan, tetapi bencana ini adalah bencana moral,” kata Menteri Olahraga Prancis, Roselyne Bachelot, Selasa (22/6).

    REUTERS/AP/ARIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto