Domenech Tolak Menjabat Tangan Parreira

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raymond Domenech dan Carlos Alberto Parreira. AP /Hassan Ammar

    Raymond Domenech dan Carlos Alberto Parreira. AP /Hassan Ammar

    TEMPO Interaktif , Bloemfontein – Prancis mengakhiri kiprah di Afrika Selatan dengan satu kontroversi lagi setelah pelatih Raymond Domenech menolak berjabat tangan dengan pelatih Afrika Selatan, Carlos Alberto Parreira, dalam laga terakhir Grup A, Selasa (22/6), yanmg dimenangi tuan rumah 2-1.

    Hasil itu membuat kedua tim sama-sama tersingkir dari Piala Dunia 2010 sementara Uruguay dan Meksiko menjadi wakil dari Grup A yang lolos ke 16 Besar.

    Domenech terlihat menyalami para pemainya seusai pertandingan, tapi ia menolak berjabat tangan dengan Parreira yang menghampirinya.

    “(Domenech bilang kepada saya) saya tak tak mau bicara dengan Anda karena Anda telah menjelek-jelekkan tentang timnas saya… Sumpah! Saya tak ingat apa yang telah saya katakan (tentang timnas Prancis),” aku Parreira saat memberikan penjelasan kepada para wartawan tentang insiden itu.

    Parreira mengatakan bahwa seorang asisten Domenech kemudian bilang kepadanya bahwa ia telah melontarkan komentar yang menyebut 'barangkali Prancis memang tak seharusnya berada di sini' setelah handball Thierry Henry membantu tim itu memenangi playoff Piala Dunia lawan Republik Irlandia.

    ADVERTISEMENT

    “Saya tak ingat pernah mengatakan sesuatu seperti itu,” kilah Parreira.

    Domenech sendiri menolak membahas insiden itu saat seorang wartawan menanyakannya.

    "Saya tak mau menjawab pertanyaan itu," kata Domenech.

    "Apakah ada pertanyaan lain?," ia bertanya balik kepada para wartawan.

    Seorang jurnalis lainnya masih mencoba mengorek keterangan dari sang pelatih dengan bertanya: "Kenapa Anda menolak menjawab pertanyaan itu?" Domenech kembali menjawab: "Apakah ada pertanyaan lain?"

    "Jika hanya itu yang ingin kalian tanyakan kepada saya, saya akan meninggalkan kalian, kita tak berada di dunia yang sama," tandas Domenech.

    REUTERS | A. RIJAL

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.