Azzuri Mencari Dirigen di Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcello Lippi memberikan arahan kepada pemainnya dalam sesi latihan di Southdowns college, Irene (17/6). AP/Alessandra Tarantino

    Marcello Lippi memberikan arahan kepada pemainnya dalam sesi latihan di Southdowns college, Irene (17/6). AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO Interaktif, IRENE -- Ada yang tersembunyi di benak Marcello Lippi, pelatih tim nasional Italia. Di pusat pelatihan di Southdown College, Irene, dia memerintahkan anak asuhnya untuk berlatih di sisi lapangan yang tidak terlihat oleh gerombolan media. Setelah berlatih, mereka duduk mengelilingi sang pelatih. "Setiap masalah saya bicarakan ke tim, bukan ke media," ujarnya.

    Italia sedang tertekan. Azzurri hanya mampu bermain imbang melawan Paraguay dan tim anak bawang, Selandia Baru. Pesawat siap membawa mereka pulang kampung jika kalah di pertandingan ketiga Grup F melawan Slovakia di Stadion Ellis Park, Johannesburg, malam nanti. Media Negeri Pizza menyebutkan bahwa sang juara dunia 2006 dilanda krisis.

    Namun Lippi bereaksi kalem, seolah tidak terjadi apa-apa. "Tidak ada krisis di sini, tidak ada krisis di tim, dan tidak perlu bicarakan krisis," katanya. Tentang hasil buruk, sang allenatore mencoba berkilah. "Jangan selalu melihat dengan cara pandang negatif," kata pelatih 62 tahun ini. "Paraguay dan Selandia Baru hanya berhasil mendekati gawang kami tidak lebih dari dua kali."

    Mandulnya lini depan menjadi sorotan. Pada partai kedua melawan Selandia Baru, juara dunia empat kali itu menguasai pertandingan, mendapat 15 tendangan sudut, dan melesakkan 23 tembakan ke gawang. Tapi Azzurri hanya berhasil mencetak gol lewat penalti Vincenzo Iaquinta. Alberto Gilardino, penyerang utama Italia, mandul.

    Rasanya tidak adil menimpakan kesalahan kepada barisan penyerang. Masalah utama Gli Azzurri terletak di lini tengah. Italia tidak punya sosok kreatif yang bisa menciptakan peluang. Ricardo Montolivo gagal mengemban tugas sebagai pengatur serangan dan lebih sering membuang peluang dengan tembakan jauh. Segendang sepenarian dengan gelandang serang Claudio Marchisio. Ibarat orkestra, Italia bermain tanpa dirigen.

    ADVERTISEMENT

    Karena aliran bola dari tengah macet, serangan diarahkan lewat sayap. Sayang, pemain sayap Simone Pepe lebih sering terlihat memprotes keputusan wasit ketimbang memberikan umpan silang matang kepada penyerang. Akibatnya, Gilardino cuma bisa ke sana-kemari tanpa bola. "Sederhana saja, kami kesulitan menciptakan peluang gol," kata Lippi.

    Kabar baik menyapa La Nazionale. Andrea Pirlo sembuh dari cedera betis, yang memaksanya absen 15 hari. Pemain bernomor punggung 21 ini adalah pengatur serangan Italia saat menyabet Piala Dunia 2006 di Jerman. Sejak pertama membela Gli Azzurri pada 2002, gelandang 31 tahun ini selalu memanjakan penyerang dengan umpan-umpan matang. "Pirlo sudah kembali berlatih sejak Senin. Kondisinya terus membaik," kata Lippi.

    Kehilangan Pirlo lebih merugikan ketimbang cederanya kiper Gianluigi Buffon. Pasalnya, Italia memiliki pertahanan yang kokoh. Hanya dua kali serangan mampir ke gawang tim itu di partai pertama dan kedua. Belum ada kepastian apakah Pirlo akan turun melawan Slovakia. Namun kembalinya sang dirigen akan menghidupkan serangan Italia. "Kami harus lebih efektif di penyerangan," ujar Lippi.

    Sejenak Italia akan meninggalkan catenaccio, sistem pertahanan gerendel yang mereka banggakan. Menyerang akan jadi pilihannya. Hanya dengan kemenangan, Italia mendapat jaminan tempat di babak 16 besar.

    Slovakia, debutan di Piala Dunia, memilih merendah. Menurut penyerang Martin Jakubko, Italia termasuk tim elite dunia yang memiliki tradisi kuat di kompetisi empat tahunan ini. "Mereka biasa mencapai final, sedangkan kami cuma pendatang baru," katanya.

    Pelatih Vladimir Weiss mengatakan moral timnya sedang anjlok akibat kebobolan di injury time saat melawan Selandia Baru dan kalah oleh Paraguay. Hasil buruk itu dituai akibat pemain, yang kebanyakan berusia awal 20-an, minim pengalaman. "Ini Piala Dunia dan kami membayar mahal kesalahan yang kami buat," ujar pelatih 45 tahun itu.

    Menghadapi Italia, dia akan kembali mengandalkan kapten muda Marek Hamsik di lini tengah. Pemain ini perlu diwaspadai Fabio Cannavaro cs karena merumput di Italia sejak 2005, sehingga tahu benar gaya bermain lawan. Tulang punggung Napoli ini bisa jadi ancaman dengan kemampuannya bermain bagus di berbagai lini. "Kami harus mengerahkan semuanya untuk pertandingan terakhir ini," kata Weiss.

    FIFA menempatkan Italia berada di urutan kelima, jauh di atas Slovakia di peringkat ke-34. Namun Piala Dunia Afrika Selatan sudah berulang kali menjungkirbalikkan prediksi dan hitungan. "Tidak ada tim lemah di Piala Dunia ini. Tim-tim kuat lain sudah membuktikannya," kata Montolivo. l GAZZETTA | FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?