Italia Perpanjang Tren Negatif Juara Bertahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Italia tampak kecewa setelah timnya gagal melaju ke fase 16 besar. AP/Bernat Armangue

    Para pemain Italia tampak kecewa setelah timnya gagal melaju ke fase 16 besar. AP/Bernat Armangue

    TEMPO Interaktif , London – Tersingkirnya Italia di babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 memperpanjang daftar juara bertahan yang terpuruk dalam turnamen akbar itu empat tahun setelah mereka meraih gelarnya.

     

    Menariknya, tren juara bertahan tersingkir di putaran pertama justru dimulai oleh Italia sendiri 60 tahun silam. Kini, Gli Azzurri harus mengulang tragedi yang pernah dialami para pendahulu mereka.

    Berikut adalah daftar juara bertahan yang tersingkir di babak penyisihan grup.

    Italia (1950)

    Ini awal dari sebuah tren negatif di Piala Dunia, Italia menjadi tim juara bertahan pertama yang tersingkir di babak penyisihan grup. Gli Azzurri datang menyandang mahkota juara Piala Dunia 1938 yang mereka rebut di Prancis.

    Ketika itu Piala Dunia edisi berikutnya baru bisa digelar pada 1950 di Brasil karena terhambat Perang Dunia ke-II. Italia mengalami kesulitan sejak awal dalam turnamen yang diikuti 13 tim itu.

    Mereka kalah 2-3 dari Swedia di laga pertama sebelum bangkit dan mengalahkan Paraguay di laga kedua. Tapi, Italia hanya menduduki posisi runner-up pool yang terdiri dari tiga tim itu (sebelumnya empat tim, tapi India mengundurkan diri karena FIFA tak mengizinkan mereka bermain dengan kaki telanjang) dan gagal ke putaran kedua.

    Brasil (1966)

    Brasil mengawali perjuangan mempertahankan mahkota juara yang mereka rebut di Cile sempat tahun sebelumnya, dengan mengalahkan Bulgaria 2-0 di laga pertama.

    Tapi, itu jadi kemenangan terakhir Brasil dalam Piala Dunia yang digelar di Inggris itu. Pele absen di laga kedua lantaran jadi korban permainan keras Bulgaria dan tim Samba kalah 1-3 dari Hongaria.

    Dan, meski Pele kembali tampil di laga ketiga lawan Portugal, Brasil kembali menlan kekalahan. Eusebio menyumbang dua gol buat Portugal untuk membantu meraih kemenangan 3-1 dan Brasil finis paling buncit di grup mereka.

    Prancis (2002)

    Setelah sukses di kandang sendiri pada 1998, Prancis datang ke Korea dan Jepang. Bukan hanya sebagai juara bertahan Piala Dunia, tapi juga juara Eropa 2000.

    Tapi, tim asuhan Roger Lemerre ini tampil amburadul. Mereka bukan hanya gagal meraih kemenangan, tapi juga tak bisa mencetak gol sehingga terpaksa pulang lebih awal sebagai juru kunci di grup mereka.

    Keterpurukan itu tak terlepas dari cederanya inspirator mereka Zinedine Zidane yang hanya bisa tampil di laga terakhir di mana Prancis tetap kalah.

    Italia (2010)

    Sebagai juara bertahan, skuad Marcello Lippi, jadi salah satu favorit di Afrika Selatan. Tapi, mereka harus pulang lebih awal tanpa satu kemenangan pun dan media Italia menyebut kegagalan itu sebagai 'halaman terkelam dalam sejarah sepakbola kita.'

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto