Redam Cile, Kepercayaan Diri Spanyol Bangkit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Villa merayakan golnya ke gawang Cile.REUTERS/Alessandro Bianchi

    David Villa merayakan golnya ke gawang Cile.REUTERS/Alessandro Bianchi

    TEMPO Interaktif,Pretoria:Arsitek Spanyol Vicente del Bosque meyakini kepercayaan diri dalam timnya kembali bangkit setelah memetik kemenangan 2-1 dari Cile pada laga akhir Grup H di Pretoria. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan La Furia Roja ke babak 16 besar untuk menantang runner up Grup G Portugal di Piala Dunia Afrika Selatan.

    Gol yang dikemas David Villa dan Andres Iniesta pada babak pertama cukup menjadi modal buat Spanyol untuk lolos sebagai juara grup. Meski mendapatkan perlawanan ketat dari para pemain Cile, anak-anak del Bosque mampu mempertahankan keunggulannya.

    Del Bosque menyatakan performa Spanyol bisa meningkat pada waktu yang tepat. Namun, ia tak lupa memuji performa skuad Marcelo Bielsa. “Ketika kami kalah 1-0 dari Swiss emosi kami terganggu. Setelah kemenangan dari Cile kini kami sangat optimistis dan berharap bisa tampil bagus lagi pada putaran berikutnya,” kata Del Bosque, Sabtu (26/6).

    “Saya meskipun begitu harus memberi tabik kepada performa para pemain Cile dan pelatih yang meladeni permainan kami untuk bisa lolos ke putaran berikut,” Del Bosque menerangkan.

    Del Bosque sempat menggantikan bintangnya Fernando Torres yang digantikan Cesc Ffabregas pada menit ke-55. Pelatih veteran itu mengaku terpaksa menggantikan El Nino yang mengaku masih merasakan nyeri pada otot kakinya.

    “Itu tak terkait sama sekali dengan cedera lututnya. Saya menggantikannya (Cesc) lantaran kami memerlukan kontrol lebih di lini tengah ketika itu dan saya puas itu bekerja dengan baik,” tutup Del Bosque.

    Spanyol akan bentrok dengan Portugal pada babak 16 besar di Cape Town 29 Juni.

    GOAL | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.