Inggris, Doa Hening Pendeta Fletcher dan 'Neraka' Adu Penalti  

Reporter

Editor

Pelatih Inggris Fabio Capello bersama Matthew Upson dan James Milner (kanan), setelah pertandingan melawan Slovenia di Port Elizabeth (23/6). REUTERS/Oleg Popov

TEMPO Interaktif,London:Doanya bagi tim nasional Inggris ketika tampil pada babak perempat final di Piala Dunia 2002 menjadi kepala berita di seluruh dunia. Namun, jelang bentrok antara The Three Lions dengan Jerman di 16 besar besok, pendeta Jeremy Fletcher 'hanya' akan berdoa secara hening untuk kemenangan tim kesayangannya di Bloemfontein.

Fletcher, ketika Inggris ditekuk Brasil 2-1, menuliskan doa yang sangat sukses. Ia berdoa kepada Tuhan agar menyembuhkan cedera metatarsal yang membekap kapten tim David Beckham ketika itu.

Fletcher bahkan menulis doa khusus. Ia meminta Tuhan untuk mencabut kemampuan apik bermain trio penyerang Brasil: Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho ketika timnya bertemu skuad Samba pada perempat final Piala Dunia 2002.

Namun doa Fletcher gagal tercapai. Inggris dipaksa tersingkir dari anak-anak Selecao. Pendeta itu mengatakan kini ia hanya akan berdoa secara hening ketika memimpin kebaktian di York Minster, katedral yang berarsitek gothic yang terletak di York, Inggris.

“Saya ingin berdoa buat Inggris agar bermain bagus dan mendapatkan hasil yang baik besok. Saya akan senang jika Inggris bisa menang,” ujar Fletcher, Sabtu (26/6).

“Tentu, akan ada banyak pendeta Jerman yang akan melakukan hal sama seperti yang saya lakukan,” Fletcher menjelaskan.

Fletcher berharap laga besok tidak ditentukan lewat adu penalti. Ia mengingat kenangan buruk ketika Gareth Southgate, algojo Inggris gagal melesakkan si kulit bundar ketika melawan Jerman yang menyingkirkan tim Tiga Singa dari semi final Piala Eropa 1996.

“Dalam hal permainan normal sepak bola, para pemain Inggris harus menjadi eksekutor penalti yang baik ketimbang para pemain Jerman. Mereka telah kehilangan satu kesempatan ketika tampil di Piala Dunia,” keluhnya.

Bukan hanya Flethcer yang akan mendoakan kesuksesan Inggris. Uskup Agung Katedral York, Dr John Sentamu, yang juga akan memimpin kebaktian akan melakukan hal yang sama dengan 'anak buahnya'.

Sentamu terus berdoa bagi kemenangan Inggris sejak mengawali laganya melawan Amerika Serikat di Rustenburg 12 Juni lalu.

“Uskuk Agung akan melanjutkan doanya bagi tim nasional sepak bola Inggris dan akan mendukung mereka ketika melawan Jerman,” kata juru bicara Katedral York.

Jika pendeta Fletcher dan Uskup Agung Sentamu ingin melihat timnya menang, rombongan turis Jerman yang akan mengunjungi Beverly akan melakukan sebaliknya.

“Saya akan mengajak mereka tur. Saya yakin kami akan membicarakan masalah sepak bola dan akan selalu menjadi teman seperti saudara sebelum dan setelah pertandingan,” kata Virger Neil Pickford, salah satu pengurus katedral.

Peter Schriewersmann, 26 tahun warga Jerman yang bekerja di Beverly ingin timnya menang lewat adu penalti. “Saya pikir pertandingan ini akan ditentukan lewat penalti yang akan dimenangkan Jerman,”harap Schriewersmann.

“Kami mempunyai rekor bagus ketika melawan setiap tim melalui adu penalti, terutama melawan Inggris,” sebutnya menjelaskan.

Schriewersmann memprediksi pertandingan akan berakhir 1-1 selama 120 menit dan dilanjutkan dengan tos-tosan.

Inggris memang punya sejarah buruk ketika dipaksa menentukan hasil pertandingan lewat penalti melawan Jerman. Dua kali bertemu di Piala Dunia 1990 dan Euro 1996, pasukan Ratu Elizabeth dipaksa menyerah. Hasil buruk juara dunia 1966 lewat penalti juga didapat ketika takluk dari Argentina di Piala Dunia 1998.

Inggris juga tampil buruk ketika kalah 3-1 lewat adu penalti dari Portugal di perempat final Piala Dunia 2006.

THISISHULLANDEASTRIDING | WIKIPEDIA | BAGUS WIJANARKO






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.