Bangkitnya Singa Muda Afrika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asamoah Gyan meluapkan kegembiraannya usai mencetak gol ke gawang Amerika SErikat. AP/Matt Dunham

    Asamoah Gyan meluapkan kegembiraannya usai mencetak gol ke gawang Amerika SErikat. AP/Matt Dunham

    TEMPO Interaktif, Rustenburg -  Gol dari Kevin Prince Boateng dan Asamoah Gyan memboyong Ghana ke babak perempat final. Menundukan Amerika Serikat 2-1, mereka melanjutkan tugas mengemban harapan Afrika.

    Namun bukan para pencetak gol yang dapat sanjungan dan pujian, melainkan pemain muda, Andre Ayew, yang terpilih sebagai pemain terbaik di pertandingan yang berlangsung di Stadion Royal Bafokeng, Ahad (27/6) dini hari.

    Dia mengirimkan umpan matang yang berpadu tendangan voli Gyan untuk menciptakan gol kemenangan Ghana di menit awal perpanjangan waktu. Selama dua jam, gelandang serang 20 tahun ini terus mengembara di daerah pertahanan lawan. Bagai singa yang menyebar ketakutan bagi calon mangsanya.

    "Dia bermain sangat bagus malam ini," ujar rekannya John Pantsil. Menurut bek kanan Ghana ini, Ayew adalah satu pemain paling berbakat di skuad Bintang Hitam. "Malam ini dia membuktikan bisa mengangkat tim dengan permainannya."

    ADVERTISEMENT

    Rekan lain memuji sifatnya. "Sejak pertama bergabung dia selalu menghormati pemain lain," kata gelandang Anthony Annan. Ayew, dia melanjutkan, bukan tipe bintang muda yang sombong. "Walaupun, kalau melihat bakatnya, boleh-boleh saja dia sombong," katanya.

    Ayew memilih merendah. "Pelatih mempercayai saya, dan saya cuma membayar kepercayaannya," ujar pemain yang merumput di Perancis bersama Arles-Avignon ini. Menurutnya, seluruh pemain Ghana bermain baik. "Kami bertarung seperti singa dan menunjukan determinasi," katanya.

    Ayew bukan nama baru di sepak bola Afrika. Ayah Andre, Abedi Ayew, merupakan ikon sepak bola Ghana yang menyumbang 33 gol dari 73 pertandingan bersama Bintang Hitam. Ketajamannya membuatnya dipanggil Abedi Pele, merujuk legenda sepakbola dari Brasil, Pele. Sang ayah yang kini berusia 46 tahun ini merebut gelar pemain terbaik Afrika pada 1991 sampai 1993 dan tercatat sebagai 125 pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.

    Satu-satunya hal yang membuatnya sedih malam itu adalah kartu kuning yang menghalanginya tampil di babak perempat final melawan Uruguay. "Benar-benar mengesalkan," kata Ayew. Dia cuma bisa berharap Bintang Hitam mampu mengalahkan wakil Amerika Selatan itu sehingga bisa kembali bermain di babak semi final.

    FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.