Blietzkrieg Panser Lumpuhkan Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Jerman merayakan kemenangan atas Inggris pada partai 16 besar. AP/Eugene Hoshiko

    Para pemain Jerman merayakan kemenangan atas Inggris pada partai 16 besar. AP/Eugene Hoshiko

    TEMPO Interaktif, Bloemfontein - Jerman menunjukan kedigdayaan atas musuh besarnya Inggris dengan skor telak 4-1 di Stadion Free State, Bloemfontein, Ahad (27/6). Jerman mengandalkan serangan kilat, layaknya taktik blietzkrieg yang digunakan panser-panser mereka ketika menaklukan Eropa di Perang Dunia II.

    Tim Panser, yang mengusung formasi 4-5-1, mulai unggul di menit 20. Umpan jauh kiper Manuel Neuer gagal diantisipasi barisan pertahanan Inggris dan membuat penyerang Miroslav Klose langsung berhadap-hadapan dengan kiper. Bek Matt Upson yang menjaganya, kalah lari dan tidak mampu menggoyahkan bomber yang telah menyumbang 50 gol untuk Jerman itu. Sembari menjatuhkan badan, Klose menyorongkan si kulit bundar melewati kiper David James, 1-0 untuk Jerman.

    Gol ini menjadi gol kedua Klose di Piala Dunia 2010. Jika terus mencetak gol, penyerang 32 tahun ini bisa melampaui pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, yaitu 15 gol oleh Ronaldo dari Brasil. Klose, penyerang cadangan di klub Bayern Muenchen, sudah mencetak 12 gol sejak keikutsertaan pertamanya di Piala Dunia 2002.

    Di menit 32, kiper David James terpaksa harus memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya. Umpan Klose di sayap kanan membuat Thomas Mueller bebas di kotak penalti Inggris. Gelandang serang berusia 20 tahun itu mengumpan ke Lukas Podolski di sayap kiri. Tendangan Podolski dari sudut sempit berhasil kembali merobek jala Inggris.

    Inggris bertarung bak singa terluka dan berkali-kali merepotkan pertahanan Jerman yang dipimpin Phillip Lahm. Kapten Steven Gerrard di sisi kanan mengirim umpan lambung matang ke depan gawang dan disambut sundulan bek Matt Upson yang tidak terjangkau kiper Manuel Neuer

    ADVERTISEMENT

    Kontroversi terjadi satu menit kemudian. Tendangan chip Frank Lampard sudah masuk gawang, sebelum memantul keluar dan dipungut Neuer. Dari tayangan gerak lambat, bola terlihat sudah melewati garis gawang. Tapi wasit Jorge Larrionda memutuskan bukan gol. Sekitar 25 ribu fans Inggris yang memadati stadion langsung meneriakan makian kotor.

    Di babak kedua, pelatih Fabio Capello memerintahkan Tim Tiga Singa untuk lebih menyerang. Tendangan Lampard, kali ini dari bola mati dari jarak 36,5 meter, kembali menaklukan Neuer di menit 51. Beruntung bagi Jerman, bola membentur mistar.

    Inggris yang berusaha menekan kehilangan konsentrasi bertahan. Berhasil meredam tendangan bebas lawan di menit 67, Pasukan Muda Panser menyerang balik dan mendapati lini pertahanan Inggris hanya dijaga kiper dan bek kiri Ashley Cole. Gelandang Bastian Schweinsteiger dengan dingin membagi bola ke Mueller yang berdiri bebas di sayap kanan. Tembakan mendatar Mueller tidak dapat dihalangi kiper, 3-1 untuk Jerman.

    Dua menit kemudian, Panser kembali melancarkan blietzkrieg. Usai menetralisir serangan Inggris, Klose mengirim umpan jauh ke Mesut Oezil yang menyisir sayap kiri. Ozil memberi umpan silang mendatar ke Mueller, 20 tahun. Pemain termuda di kubu Panser itu mencetak gol keduanya dengan mudah.

    Upaya Capello menambah daya gedor dengan memasukan gelandang serang Joe Cole dan Shaun Wright-Phillips serta penyerang bongsor Emile Heskey tidak membuahkan hasil. Jerman menang dengan skor 4-1.

    FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.