Inggris Terima Karma Final 1966

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manuel Neuer gagal menyelamatkan gawangnya dari tendangan Frank Lampard. REUTERS/Eddie Keogh

    Manuel Neuer gagal menyelamatkan gawangnya dari tendangan Frank Lampard. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO Interaktif ,  Bloemfontein – Tembakan gelandang Inggris Frank Lampard melewati garis gawang dalam kekalahan 1-4 dari Jerman pada laga 16 Besar, Minggu (27/6), tapi wasit Uruguay Jorge Larrionda tak memberikan gol kepada The Three Lions.

    Di saat Inggris tertinggal 1-2 di babak pertama, Lampard melepaskan tembakan dari luar kotak penalti Jerman. Bola membentur mistar dan memantul ke bawah. Tayang ulang menunjukkan bola telah melewati garis gawang sebelum memantul keluar dan ditangkap kiper Jerman Manuel Neuer.

    Pelatih Inggris Fabio Capello sempat terlihat kegirangan karena ia mengira pasukannya berhasil menyamakan kedudukan. Tapi, mimik mukanya berubah seketika begitu ia menyadari wasit tak memutuskannya sebagai gol.

    Saat para pemain Inggris berjalan keluar lapangan usai babak pertama, Wayne Rooney menghampiri hakim garis yang tak mengibarkan benderanya sebagai pertanda gol, untuk mempertanyakan keputusannya.

    Momen tersebut mengingat banyak orang kepada gol kontroversial di final Piala Dunia 1966 antara Inggris dan Jerman di Wembley.

    Saat kedudukan masih imbang 2-2 dalam perpanjangan waktu, tembakan striker Inggris Geoff Hurst menghantam mistar gawang Jerman dan bola memantul ke bawah sebelum terbang keluar dari gawang.

    Ketika itu wasit menghentikan pertandingan dan berdiskusi dengan hakim garim yang menyatakannya sebagai gol buat Inggris. Hurst pun kembali mencetak gol ketiga untuk membawa Inggris menang 4-2 dan menjadi juara.

    Hingga saat ini, gol tersebut tetap menjadi kontroversi dan tampaknya Inggris telah mendapatkan Karma mereka di Johannesburg.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.