Cuplikan TV Membuat Tim Masa Lalu Tampak Lebih Bagus

Reporter

Editor

Pelatih Brazil, Dunga. AFP / FABRICE COFFRINI

TEMPO Interaktif , Johannesburg – Tim Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1970 dikenang sebagai salah satu yang terbaik yang pernah dimiliki negara itu. Tapi, menurut pelatih Brasil saat ini, Dunga, penampilan mereka mungkin tak sebagus dengan yang terlihat dalam tayangan ulang televisi.

Dunga, yang sering mendapat kritikan lantaran permainan timnya yang tak terlalu cantik, mengatakan tim Brasil 1970 yang berisi para legenda seperti Pele, Rivelino dan Tostao mendapat banyak pujian lantaran televisi yang hanya menayangkan cuplikan aksi-aksi terbaik mereka.

“Pada 1970, kami tak punya televisi di rumah,” kata Dunga. “Ketika kita melihat cuplikan Piala Dunia 1970, yang kita lihat adalah bagian-bagian terbaik.

“Tak ada yang mengulang cuplikan penampilan Brasil di Piala Dunia 1966 karena saat itu timnya tak bermain bagus. Dari Piala Dunia 1958, mereka (televisi) menyangkan cuplikan aksi-aksi terbaik, dan dari Piala Dunia 1962, mereka juga hanya menyangkan cuplikan terbaik.

“Jika kita merekam tim Brasil saat ini dan hanya menayangkan aksi-aksi terbaik, maka para fans akan melihatnya sebagai tim yang spektakuler.

“Tapi, di masa sekarang, mereka (televisi) juga menayangkan momen-momen negatif sebanyak momen-momen bagus.”

Para kritikus sepakbola Brasil sering melakukan kilas balik ke masa lalu dan menuding Selecao di era modern ini terlihat kurang sentuhan artisitik jika dibandingkan dengan tim-tim yang memenangi Piala Dunia 1958, 1962 dan 1970.

Bahkan hingga saat ini sejumlah TV Brasil masih sering menyangkan cuplikan gol-gol terkenal Brasil seperti yang dicetak Pele di final Piala Dunia 1958 lawan Swedia.

“Satu hal lagi adalah tim pada 1970 punya waktu empat bulan untuk mempersiapkan diri,” kata Dunga yang menambahkan sudah menjadi sifat alami manusia untuk menganggap masa lalu selalu lebih baik.

“Kakek sya bilang kepada ayah saya bahwa di masanya semua lebih baik dan ayah saya mengatakan hal serupa kepada saya,” kata Dunga.

“Saya juga mengatakan kepada putra saya bahwa situasinya lebih baik di jaman saya dan saya yakin ana saya juga akan mengatakan hal yang sama kepada anaknya nanti.

“Pada 1958, sepakbola hanya urusan teknik. Kemudian mereka menambahnya dengan persiapan fisik, kemudian menerapkan taktik, kemudian mereka menambahnya dengan faktor tekanan dan emosi.

“Jika kita melihat lebih seksama kepada tim-tim di masa lalu, mereka juga melakukan kesalahan yang sama dengan tim-tim saat ini.”

Dunga menyatakan semua itu disebabkan sifat manusia yang tak pernah puas.

“Tekanan menjadi jauh lebih hebat. Kami harus selalu menang, tapi bahkan ketika kami sudah menang pun mereka tak senang karena kami tak menunjukan permainan indah. Jika kami bermain cantik, mereka juga tak puas karena kami tak mencetak enam atau tujuh gol.

“Jika kami mencetak enam atau tujuh gol, mereka akan bilang lawannya tidak bagus.”

REUTERS | A. RIJAL






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.