Piala Dunia Afrika Selatan Minus Doping (Sejauh Ini)

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasit asal Spanyol Alberto Undiano memberikan kartu merah kepada Miroslav Klose, dalam pertandingan antara Jerman dan Serbia di stadion Nelson Mandela Bay,  Port Elizabeth, Afrika Selatan (18/6). REUTERS/Paul Hanna

    Wasit asal Spanyol Alberto Undiano memberikan kartu merah kepada Miroslav Klose, dalam pertandingan antara Jerman dan Serbia di stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Afrika Selatan (18/6). REUTERS/Paul Hanna

    TEMPO Interaktif,Johannesburg:Piala Dunia Afrika Selatan sejauh ini diklaim sebagai turnamen akbar keempat beruntun yang bebas dari penggunaan doping.

    Lebih dari 450 pemain telah menjalani tes doping termasuk hampir pemain yang telah tampil dalam 200 pertandingan. Pejabat Kepala Medis FIFA Jiri Dvorak mengatakan tidak ada hasil doping yang terbukti ditemukan, yang berarti Piala Dunia 2010 menjadi Piala Dunia terbersih dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti di turnamen sebelumnya pada 1998, 2002, dan 2006.

    Jumlah rata-rata pemain yang cedera juga berkurang dari anga tetinggi 2,7 pada 2002 menjadi 2.0 tahun ini, menurut statistik FIFA. Di Jerman emapt tahun lalu, ada 2.3 pemain yang cedera per pertandingan.

    Dvorak mengatkan pengurangan itu disebabkan persiapan yang lebih baik dari para pemain dan meningkatnya pengetahuan tim dokter serta staf medis. “Kami berharap tren ini akan terus berjalan pada masa depan. Tujuan kami adalah mengurangi jumlah pemain cedera kurang dari dua per pertandingan,” sebut Dvorak.

    Dvorak, seorang neurologis mengatakan ia puas dengan kinerja wasit dengan sanksi kerasnya kepada pemain yang menggunakan siku untuk mencegahcedera di kepala dan leher.

    Itu dibuktikan pengadil lapangan ketika mengusir Yoann Gourcuff ketika Les Bleus melawan Afrika Selatan setelah menyikut Macbeth Sibaya pada laga akhir Grup A.

    Sikutan ke kepala harus dihukum dengan kartu merah. Wasit sangat tegas dalam hal ini,” tegas Dvorak.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.