Capello: Gunakan Video, FIFA!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gol yang dianulir wasit ke gawang Jerman. REUTERS/Eddie Keogh

    Gol yang dianulir wasit ke gawang Jerman. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Fabio Capello tak mampu memendam kegusarannya. Pelatih tim nasional Inggris itu menyalahkan wasit Jorge Larrionda dari Urugay karena tidak mengesahkan gol Frak Lampard di menit ke-38 dalam laga enam belas besar melawan Jerman, Senin lalu.

    “Keputusan untuk tidak mengesahkan gol itu adalah hal penting dalam laga ini,” kata Capello. “Aku tidak memahami kenapa tak ada teknologi. Dengan adanya teknologi itu kita tidak perlu berdiri di sini dan berdebat itu gol atau bukan gol.”

    Capello, bagaimana pun, telah gagal memberi prestasi bagi Inggris. Tapi alibinya soal penggunaan video sepenuhnya benar. Sudah begitu banyak kejadian bola masuk gawang tapi tidak disahkan wasit. Kiper Jerman, Manuel Neuer, pun mengakui kalau bola tendangan Lampard sebenarnya sudah melewati garis gawang. “Aku sadar itu mungkin tipis, tapi aku yakin itu telah melewati garis,” katanya.

    Keraguan akan reputasi wasit memang muncul di Piala Dunia kali ini. Beberapa keputusan kontroversial telah terjadi. Misalnya, kartu merah untuk gelandang Australia, Harry Kewell, sekaligus pemberian pinalti kepada Ghana dalam laga grup D; disahkannya gol pemain Meksiko, Javier Hernandes, ke gawang Prancis padahal Hernandes dalam posisi offside; serta dianulirnya gol gelandang Amerika Serikat, Maurice Edu, ke gawang Slovenia padahal Edu jelas dalam posisi onside.

    Tidak disahkannya gol Lampard, mau tak mau, membuat desakan pada FIFA untuk menggunakan rekaman video sebagai mekanisme peninjauan kembali dalam sepak bola menguat lagi. FIFA selama ini berkukuh untuk tidak mau menggunakan teknologi dalam laga sepak bola. Alasannya adalah penggunaan teknologi tidak manusiawi. Keputusan wasit, bagaimana pun kelirunya, tidak bisa digugat dan dibatalkan.

    ADVERTISEMENT

    “Tolong jangan masukan teknologi. Semua wasit tetaplah manusia, dan kami tidak akan menggunakan monitor untuk menghentikan laga dan melihat kami salah atau benar,” kata Presiden FIFA, Sepp Blatter pada Desember tahun lalu.

    Argumentasi Blatter sebenarnya rapuh. Harus diingat bahwa wasit bertugas mengawasi lapangan yang luas, jalannya pertandingan modern yang semakin cepat, serta trik dan keuletan para pemain yang semakin beragam. Oleh karena itu kesalahan wasit harus diminimalisir agar tidak mengotori pertandingan dan merusak integritas sepak bola sebagai olahraga dunia.

    Penggunaan rekaman video penting dalam sepak bola modern. Rekaman video itu bisa menjadi dasar peninjauan kembali keputusan wasit yang salah. Misalnya, penganuliran gol yang tidak adil, kartu merah yang salah, atau keputusan posisi offside yang tidak tepat. Penghentian laga selama dua menit untuk melihat rekaman juga bukan masalah besar dari pada laga juga terhenti dua menit karena protes pemain.

    Selain rekaman video, penggunaan chip yang ditanam pada bola juga perlu dipertimbangkan untuk mengetahui apakah bola sudah melintas garis gawang atau belum.

    Di luar penggunaan teknologi, hal lain yang perlu diperbaiki adalah penambahan wasit. Akan sulit mengandalkan satu wasit untuk mengawasi begitu banyaknya kejadian di dalam lapangan sepak bola yang luas. Liga Basket Amerika saja sudah menggunakan tiga wasit untuk lapangan yang luasnya hanya sepertiga lapangan sepak bola. Sisi garis belakang gawang juga membutuhkan asisten wasit, sehingga kejadian-kejadian di dalam kotak pinalti, terutama di garis gawang, bisa diamati dengan lebih cermat.

    GOAL | BBC | YAHOOSPORT | ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.