FIFA Akan Pelajari Penggunaan Tayangan Ulang Pertandingan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Alessandra Tarantino

    AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO Interaktif , Johannesburg:Dengan tekanan yang terus meningkat setelah dua blunder yang dilakukan wasit di Piala Dunia Afrika Selatan, Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan pihaknya akan membuka mempelajari isu melihat tayangan ulang pertandingan setelah berakhirnya turnamen.

    Blatter mengatakan bahwa FIFA menyesal “ketika Anda melihat bukti kesalahan yang dilakukan wasit.” Ini akan menjadi hal yang “tak masuk akal” untuk tidak mempertimbangkan penggunaan tayangan ulang pertanfdningan menurutnya.

    Wasit asal Uruguay Jorge Larrionda membuat blunder setelah tidak mengesahkan gol Frank Lampard ketika Inggris kalah 4-1 dari Jerman di 16 besar. Sejak kemudian pengadil Italia Roberto Rosetti tidak menganulir gol pembuka Argentina yang dikemas Carlos Tevez, yang jelas berdiri dalam posisi offside ketika timnya menang 3-1 dari Meksiko.

    Blatter, yang menonton kedua pertandingan itu mengatakan telah meminta maaf kepada ofisial Inggris dan Meksiko. “Setelah menyaksikkan dua kejadian itu kami harus membuka kembali soal tayangan ulang pertandingan,” ujar Blatter, Rabu (30/6).

    Blatter menyatakan dewan dalam Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akan mempertimbangkan perubahan ketika bertemu di Cardidd, Wales pada Juli mendatang. “Tentu saja kami akan mendiskusikan tentang teknologi. Sesuatu harus diubah,” tegas Blatter yang menambahkan perubahan sistem namun tidak bisa diberlakukan saat ini.

    Jika beberapa cabang olahraga utama seperti tenis, NFL, bisbol, dan hoki telah menggunakan teknologi tayangan video sebagai alat untuk membantu ofisial mendapatkan keputusan tepat, sepak bola tetap menolak penggunaan hal itu. Padahal Blatter sempat mengemukakakan pada 2008 sepak bola seharusnya tidak boleh ada kesalahan.

    Namun setelah Inggris dan Meksiko “dizalimi”, grup yang mewakili pemain profesional di seluruh dunia, mengatakan wasit harus mendapat bantuan teknologi tingkat tinggi. “Seluruh jagat sepak bola bereaksi tidak percaya atas kukuhnya FIFA yang tidak ingin menerapkan teknologi dalam sepak bola. Kredibilitas dari olahraga ini adalah taruhannya,” tegas pernyataan resmi FIFPRO.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...