Jelang Bentrok Perempatfinal, Argentina Pelajari Taktik Penalti Jerman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Matthias Schrader

    AP Photo/Matthias Schrader

    TEMPO Interaktif , Johannesburg:Argentina sedang mempelajari teknik penalti yang terbiasa dilakukan Jerman jelang bentrok perempat final keduanya. Hal ini ditegaskan kiper utama Albiceleste Sergio Romero.

    Argentina akan meladeni permainan Jerman di Cape Town pada Sabtu (3/6). Pasukan Diego Maradona berharap menghindari kekalahan kedua dari tim Panser di perempat final Piala Dunia 2006 ketika kalah 4-2 lewat drama adu penalti.

    Jens Lehmann, kiper Jerman ketika itu menghentikan tembakan Roberto Ayala dan Esteban Cambiasso. Itu dilakukan setelah dirinya berkonsultasi untuk mencontek cara algojo Argentina mengambil penalti dan arah yang biasanya mereka tujukan ketika melancarkan tembakan.

    Romero mengatakan hal itu sebagai “langkah cerdik” yang dilakukan Jerman. Ia mengaku Argentina telah meniru taktik yang dilakukan lawannya dengan mempelajari tayangan video bagaimana lawannya mengambil tendangan penalti.

    “Kali ini kami harus siap untuk semuanya. Ketika itu ini akan menjadi langkah cerdik yang dilakukan mereka, melihat cara lawan ketika mengambil tendangan penalti,” ujar Romero, Rabu (30/6).

    Jika Argentina masih mengandalkan Lionel Messi dan Gonzalo Higuain pada starter, Jerman mempunyai kekuatan tradisional: tubuh jangkung para pemainnya. Mereka dibantu veteran-veteran pada empat tahun lalu. “Jerman mempunyai pemain-pemain tinggi dan kuat yang siap melancarkan tembakan pojok dan tendangan bebas,” tegas Romero yang menambahkan bahwa striker Lukas Podolski “mempunyai tembakan keras” sementara Mesut Oezil “mengejar kemanapun bola berada dan tidak pernah menyerah”.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.