Brasil Siap Meladeni Permainan Belanda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juan (tengah) melompat girang usai Brasil dipastikan melaju ke delapan besar dalam Piala Dunia Afrika di Ellis Park stadium (29/06). Tim Samba memukul telak Cile dengan 3-0. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Juan (tengah) melompat girang usai Brasil dipastikan melaju ke delapan besar dalam Piala Dunia Afrika di Ellis Park stadium (29/06). Tim Samba memukul telak Cile dengan 3-0. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO Interaktif , Johannesburg:Arsitek Brasil Carlos Dunga yakin ia telah membangun tim yang dewasa dan cakap untuk meladeni Belanda pada laga perempat final di Port Elizabeth pada Jumat (2/7).

    Brasil lolos ke delapan besar setelah membungkam Cile 3-0 di Soccer City Senin kemarin. Tim Oranye, finalis Piala Dunia 1974 dan 1978, mengokohkan rekor tak terkalahkannya menjadi 23 pertandingan setelah menang 2-1 daroi Slovakia pada laga 16 besar di Durban.

    Brasil, yang membidik gelar keenam Piala Dunia telah dua kali mengalahkan Belanda pada dua pertemuan Piala Dunia. Belanda kalah 4-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di semi final Piala Dunia 1998 dan kalah 3-1 di perempat final di Piala Dunia 1994 ketika Dunga menyumbangkan gelar keempat sebagai kapten.

    “Melihat kualitas di tim, akan selalu ada ekspektasi namun Anda tidak akan memenangkan Piala Dunia dengan menjadi favorit sendiri. Kami percaya diri dan berharap bisa lolos ke babak final,” kata Dunga, yang mengaku permainan Belanda secara tradisi tak berbeda dengan performa tim-tim Amerika Selatan.

    “Kami telah mengatakan bahwa kami sedang berusaha untuk memaingkan sepak bola terbuka yang ingin ditonton orang-orang. Para pemain tampil bagus dan kami membuktikannya dengan menyerang ketika melawan Cile,” tegas Dunga.

    Belanda, menurut Dunga adalah tim yang sulit dikalahkan. Secara teknis kemampuan mereka sama dengan permainan tim-tim Amerika Latin. “Meski brasil telah mengalahkan Belanda dua kali, setiap Piala Dunia menyajikan pengalaman tersendiri,” ujarnya.

    “Belanda mempunyai tradisi bagus di Piala Dunia, kami harus hati-hati dengan para pemain belanda. Mereka cakap secara teknik dan kami harus meladeni permainan itu,” sebut Dunga, yang terus dihujat setelah menurunkan strategi bertahan meski optimistis sistem ini akan memberikan hasil seperti yang diinginkan.

    Dunga menyatakan kualitas pemainnya membuatnya bisa tenang setelah membangun kekuatan tiga tahun ini. “Yang saya harus lakukan hanyalah berkomunikasi dengan mereka pada pertandingan,” tegasnya.

    “Brasil adalah tim dewasa dan mereka selalu menjalankan instruksi saya. Kami mempunyai pemain yang mempunyai kemampuan cakap dan membebaskan mereka tampil sebaik mungkin,” katanya.

    Dunga tak menampil timnya perlu memperbaiki permainannya. Namun, menurutnya mereka dalam jalur yang benar dan sedang mengincar tujuan utamanya yaitu gelar juara.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.