Capello di Ujung Tanduk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fabio Capello. AP Photo/Rebecca Blackwell

    Fabio Capello. AP Photo/Rebecca Blackwell

    TEMPO Interaktif, RUSTENBURG -- Tiba di bandara Heathrow, Inggris, manajer tim nasional, Fabio Capello, dihadapkan pada kenyataan bahwa publik Inggris begitu kecewa karena tim kesayangannya gagal di Piala Dunia di Afrika Selatan. Kalah telak 1-4 oleh musuh lama, Jerman, membuat citra tim nasional tambah buruk. Desakan kepada Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) agar segera mencari pengganti Capello pun langsung merebak.

    Namun FA belum memutuskan apakah akan memenuhi desakan tersebut. FA tak mau gagabah mengganti Capello, yang menangani Inggris sejak 2008, karena mereka terikat perjanjian kerja yang sudah diperpanjang hingga 2012. Sisa nilai kontrak pelatih asal Italia itu diperkirakan 12 juta pound sterling (Rp 164 miliar). Dewan Direksi FA dikabarkan bakal menggelar rapat konsultasi dengan seluruh anggota asosiasi dalam beberapa minggu ke depan.

    Capello menyatakan masih ingin bertahan dan memperbaiki performa tim nasional Inggris. Capello, yang memutuskan berlibur sejenak seusai Piala Dunia, mengatakan masih menjadi manajer tim Inggris. Namun posisinya di tim nasional makin rentan karena asistennya, Franco Baldini, juga tengah didekati beberapa klub. Baldini, yang punya keahlian membangkitkan semangat tim, selalu bersama Capello sejak ia menangani Real Madrid pada 2006.

    "Aku memilih tetap bertahan. Aku sudah bicara dengan Sir Dave Richards (anggota Direksi FA), dia memberi tahu saya bahwa butuh dua minggu untuk membuat keputusan. Menurut dia, aku masih bisa menjadi manajer tim Inggris musim depan, meski mereka belum memutuskannya. Aku tentu saja masih ingin tinggal di sini," katanya.

    Capello menyatakan tidak mau mengundurkan diri meski akan menerima apa pun keputusan yang dibuat FA. "Aku sudah menolak banyak kesempatan menjadi manajer di klub-klub besar karena aku senang tinggal di sini dan menyukai pekerjaanku sebagai manajer tim Inggris," kata Capello. "Aku juga merasakan kekecewaan yang sama seperti yang dialami para fan. Aku pernah bilang bisa mencapai final, tapi ternyata gagal, aku minta maaf."

    Namun bos Tottenham Hotspurs, Harry Redknapp, menegaskan, peluang Capello di Inggris sudah habis. Buruknya permainan tim Inggris di Piala Dunia yang membuat mereka tersingkir, menurut Redknapp, sangat memalukan. Redknapp bahkan menuntut FA mencari manajer tim nasional yang berasal dari Inggris sendiri. Sven Goran Eriksson adalah manajer asing selain Capello, yang pernah menangani tim nasional Inggris. Eriksson berasal dari Swedia.

    "Bisakah kau bayangkan orang Inggris menjadi manajer tim Italia? Itu tidak akan pernah terjadi. Di Jerman kondisinya juga sama, mereka punya manajer yang juga orang Jerman. Sedangkan Inggris pernah mendapat dua manajer orang asing. Capello memang punya rekor fantastis saat di klub, tapi sekarang kita harus berpikir ke depan dan mencari manajer lain untuk tim ini, manajer yang orang Inggris," kata Redknapp.

    l DAILYMAIL | REUTERS | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.