Villa di Puncak Dunia, Ronaldo Terlempar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Villa merayakan golnya ke gawang Portugal. AFP/CARL DE SOUZA

    David Villa merayakan golnya ke gawang Portugal. AFP/CARL DE SOUZA

    TEMPO Interaktif, Cape Town - Momentum itu kini menjadi milik David Villa. Pada awal Piala Dunia 2010, penyerang Spanyol itu disimpan pelatih Vicente Del Bosque yang lebih suka menurunkan Fernando Torres sebagai penyerang tunggal. Tim Matador pun kehilangan keganasannya. Tapi begitu Villa bermain, performa Spanyol membaik.

    Villa, yang pada musim baru nanti akan membela Barcelona, sudah melesakkan empat gol di Afrika Selatan. Gol terakhir ia cetak ke gawang Portugal di babak 16 besar, Rabu dini hari di Cape Town. Gol itu sekaligus membuatnya semakin mendapat pengakuan sebagai bintang sepak bola terbesar di Semenanjung Iberia menggeser Cristiano Ronaldo yang tak bisa lagi beraksi di Piala Dunia 2010. Gol itu juga menjadikannya sebagai top skorer sementara bersama Gonzalo Higuain dan Robert Vittek.

    “David Villa sedang panas-panasnya, ini kabar sangat baik bagi kami,” kata bek Spanyol, Gerard Pique.

    Villa, pemain yang tingginya hanya 175 sentimeter, menunjukkan masih punya sentuhan maut di Afrika Selatan. Ia melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan sentuh Xavi. Bola berhasil diblok kiper Eduardo, tapi Villa masih bisa merebound-nya dan terjadilah gol kemenangan di menit ke-63 itu.

    Di pihak lain, Ronaldo tak bisa berbuat banyak bagi Portugal. Sedikitnya kesempatan dan penguasaan bola Portugal semakin membuat pemain termahal sejagat itu tidak berdaya. Sebagai bintang besar, nasib Ronaldo sama dengan striker Inggris Wayne Rooney: mengecewakan.

    Bagi Villa -- ia lahir Langreo, Spanyol, 3 Desember 1981-- momentum bagus yang ia miliki di Afrika Selatan hanyalah kelanjutan momentum bagus lain sebelum Piala Dunia dimulai.

    Sebelum pergi ke Afrika Selatan, Villa telah menorehkan tanda tangan kontrak dengan Barcelona. Kepastian bermain di klub hebat seperti Barcelona membuat Villa, yang sebelumnya membela Valencia, semakin berkonsentrasi melakukan tugas utamanya sebagai seorang penyerang, yaitu mencetak gol.

    Hanya ada ada satu kunci sukses Villa. “Yaitu terus mencetak gol,” katanya. “Gol (ke gawang Portugal) itu adalah salah satu gol terbaikku karena membantu kami lolos ke babak selanjutnya. (Aku akan) Terus mencetak gol sehingga kami bisa terus melaju.”

    Gol ke gawang Portugal itu merupakan gol ke-42 Villa untuk Spanyol dalam 62 pertandingan yang ia ikuti. Villa kini hanya teringgal dua gol dari salah satu legenda Spanyol, Raul Gonzales, yang mencetak 44 gol dalam 102 penampilan.

    Setengah jam setelah laga usai, para pendukung Spanyol yang hadir di Green Point Stadium masih menyanyikan lagu-lagu yang menyanjung Villa. Pemain berusia 28 tahun itu pun tersenyum bahagia sementara Ronaldo hanya bisa merana.

    Ronaldo telah gagal bersaing dengan Villa di Piala Dunia. Tapi begitu Piala Dunia usai, Ronaldo masih punya kesempatan untuk bersaing dengan Villa di La Liga Spanyol. Saat itu, Ronaldo akan bertempur untuk Real Madrid sementara Villa akan berjuang untuk Barcelona.

    AP| ARIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.