Dunga: Terserah Cruyff Mau Bilang Apa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brasil VS Portugal. AP Photo/Roberto Candia

    Brasil VS Portugal. AP Photo/Roberto Candia

    TEMPO Interaktif , Port Elizabeth:Arsitek Brasil Carlos Dunga menyerang balik Johan Cruyff setelah legenda Belanda itu mengecam gaya permainan pragmatis Samba jelang bentrok dengan Oranye di Port Elizabeth malam nanti.

    Curyff menegaskan ia tidak akan membayar tiket menonton pertandingan Brasil. Dunga membela kebijakannya yang kerap memainkan strategi bertahan. “Terserah Cruyff mau bilang apa. Cruyff bisa membeli tiket pertandingan jika memang menginginkannya,” tegas Dunga, Jumat (2/7).

    “Demokrasi membolehkan Anda untuk membuat keputusan pribadi. Namun saya yakin Cruyff tidak akan membayar untuk membeli tiket, namun ia bisa menonton jika memang menginginkannya,” Dunga menjelaskan.

    Dunga mengaku kakeknya mengatakan bahwa sepak bola pada eranya berjalan dengan baik. Ayahnya, Dunga menambahkan juga mengatakan hal demikian. “Saya juga yakin anak dan cucu saya akan mengatakan hal yang sama, bahwa para pemain pada masanya bisa mendribel bola dengan brilian, mereka bisa menandukkan bola dengan brilian,” tuturnya.

    “Kami tahu pemain kelas dunia akan selalu tampil menakjubkan kapanpun. Betul saya telah melakukan kesalahan dan pada akhirnya, saya sering berpikir tentang hal yang bisa saya lakukan sebaliknya,” jelasnya.

    Belanda, menurut Dunga memang mempunyai pemain kelas kaliber dan bermain di klub-klub elit Eropa. Menurutnya rata-rata pemain Eropa terampil menggunakan teknik. “Sangat indah menonton permainan mereka,” pujinya.

    “Baik Belanda maupun Brasil ingin bermain menyerang. Kedua tim ingin mencetak gol karena ingin menang,” pungkas Dunga.

    DAILYSTAR | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.