Serangan Cepat Panser Hancurkan Mimpi Argentina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thomas Mueller mencetak gol ke gawang Argentina. REUTERS/Carlos Barria

    Thomas Mueller mencetak gol ke gawang Argentina. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO Interaktif, Cape Town - Menggunakan taktik mengubah pertahanan rapat jadi serangan kilat, Jerman menghancurkan impian Maradona untuk membawa kembali Piala Dunia ke Argentina dengan empat gol tanpa balas di babak perempat final di Stadion Green Point, Cape Town, Sabtu (3/7). Taktik blietzkrieg ini juga yang membuat Inggris babak belur 4-1 di pertandingan sebelumnya.

    Panser mengejutkan Argentina dengan gol cepat saat pertandingan baru berjalan 3 menit. Gol berawal dari pelanggaran yang dilakukan bek kanan Nicolas Otamendi terhadap Lukas Podolski di sisi kanan pertahanan Argentina.

    Gelandang Bastian Schweinsteiger mengambil tendangan bebas dan disambut Thomas Mueller dengan sundulan terarah yang tidak dapat dijangkau kiper Sergio Romero. Gol ini menjatuhkan mental Albiceleste karena merupakan kali pertama mereka tertinggal selama lima pertandingan di Piala Dunia 2010. Akibatnya anak-anak asuh Diego Maradona ini emosi sepanjang babak pertama.

    Pelatih Diego Maradona mengusung formasi 4-3-1-2, dengan Lionel Messi di "posisi bebas" di belakang tombak kembar Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain. Sementara Jerman mempertahankan formasi 4-5-1 dengan Miroslav Klose sebagai penyerang tunggal.

    Pola itu mengoptimalkan serangan sayap cepat. Mueller di kanan dan Podolski di kiri tidak terkejar oleh barisan pertahanan Argentina. Pelatih Joachim Loew sukses mempelajari pergerakan penyerang-penyerang Argentina dan membuat mereka, termasuk top skorer Higuain, tidak berkutik. Schweinsteiger juga mantap meredam pergerakan ruh serangan Argentina, Messi. Tembok Jerman berhasil membuat penguasaan bola 54 persen yang didapatkan lawan tidak membuahkan peluang berarti.

    ADVERTISEMENT

    Usai menggalang pertahanan yang rapat, mereka berubah menyerang dengan cepat. Layaknya blietzkrieg atau serangan kilat pasukan panser di Perang Dunia II, mereka bisa menempatkan enam pemain di daerah pertahanan lawan dalam sekejap mata, membuat lini belakang Albiceleste terlihat sangat rapuh.

    Memasuki babak kedua, Maradona memerintahkan anak buah untuk meredakan emosi dan menyerang dengan sabar lewat umpan-umpan pendek. Namun serangan mereka seakan membentur tembok. Saat di serang, hampir semua skuad Panser membantu pertahanan dan meninggalkan Miroslav Klose sendirian di depan. Akibatnya Albiceleste nyaris tidak mendapat peluang bersih.

    Lini belakang Argentina, yang selama ini dituding sebagai titik lemah, tidak berdaya menghadapi serangan meriam panser. Nicolas Otamendi, Nicolas Burdisso, Martin Demichelis, dan Gabriel Heinze, kalah adu lari maupun duel udara. Akibatnya, Jerman berhasil menggandakan keunggulan di menit 68. Klose berhasil memanfaatkan umpan Lukas Podolski dari sayap kiri dan menceploskan si kulit bundar dengan mudah.

    Di menit 74, Jerman menutup harapan Albiceleste. Schweinsteiger, yang terpilih sebagai pemain terbaik, melewati hadangan bek-bek Argentina di sayap kiri dan melepaskan umpan silang ke bek Arne Friedrich. 3-0 untuk Jerman, skor yang membuat Kanselir Jerman Angela Merkel jejingkrakan di tribun kehormatan.

    Klose menutup pesta Jerman dengan gol di menit 89. Seperti gol-gol sebelumnya, blietzkrieg panser mengubah pertahanan jadi serangan cepat lewat sayap. Kali ini Mesut Oezil menyisir sayap kiri dan memberi umpan matang ke Klose yang mencetak gol keduanya. Sekaligus gol ke-14-nya Piala Dunia, hanya terpaut satu gol dengan pencetak gol tersubur sepanjang sejarah, Ronaldo dari Brasil dengan 15 gol.

    FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.