Tangis Messi Iringi Kegagalan Argentina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi. AFP/ JOHN MACDOUGALL

    Lionel Messi. AFP/ JOHN MACDOUGALL

    TEMPO Interaktif, Messi sempat sesekali memperlihatkan keistimewaan, yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik di dunia, dalam keempat laga pertama Argentina di Afrika Selatan.

    Tapi, pemain berusia 23 tahun itu tak bisa berbuat banyak saat berhadapan dengan Jerman di perempat final dan seperti dalam empat pertandingan sebelumnya, ia juga gagal mencetak gol.

    Wajar jika kemudian Messi merasa sangat terpukul hingga menitikkan air mata karena ia sadar darinya telah mengecewakan negaranya.

    Messi telah memenangi segalanya pada level klub bersama Barcelona. Ia juga menjadi penyumbang gol terbanyak buat raksasa Spanyol itu musim lalu dengan 47 gol dari 53 penampilan di seluruh kompetisi.

    Tapi, Messi belum memberikan kontribusi berarti buat Argentina dan baru menyumbang 13 gol dari 49 caps. Rekornya di Piala Dunia bahkan lebih memprihatinkan, satu gol dalam sembilan penampilan.

    Kenyataan itu membuat sejumlah pihak menuding Messi tak mengerahkan seluruh kemampuannya saat bermain untuk Argentina. Tudingan itu langsung dibantah pelatih Diego Maradona.

    “Melihat Messi menangis di ruang ganti, siapa pun yang bilang ia tak merasa bangga mengenakan kostum ini (Argentina) adalah orang bodoh,” kecam Maradona.

    Pertandingan melawan Jerman mempertegas kemandulan Messi di Afrika Selatan. Ia memang sempat menunjukkan aksi brilian saat menggiring bola dari lini tengah, tapi penyelesaian akhirnya sangat mengecewakan.

    Sejumlah teori tentang kegagalan Messi bersinar di timnas Argentina telah lama bermunculan. Salah satunya menunjuk taktik berbeda yang diterapkan Argentina sebagai faktor. Di Barcelona, Messi punya dukungan kuat di lni tengah dalam sosok Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, tapi di Albiceleste, ia lebih banyak berjuang sendiri.

    Messi menolak untuk diwawancara seusai pertandingan karena merasa sngat terpukul oleh kekalahan itu.

    Tapi, pelatih Jerman Joachim Loew membeberkan rahasia di balik kesuksesan pasukannya meredam kehebatan Messi.

    “Kami telah menganalisis pertandingan-pertandingan mereka dan sudah memperkirakan line-up seperti ini. Kami juga sudah memperkirakan Messi akan turun ke lini tengah,” kata Loew. “Kami berhasil mencegah dia terlibat dalam permainan, terus memberikan tekanan kepadanya tanpa melakukan pelanggaran.”

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto