Merasa Hancur, Maradona Isyaratkan Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Maradona. AP/Keystone, Peter Klaunzer

    Diego Maradona. AP/Keystone, Peter Klaunzer

    TEMPO Interaktif, Cape Town: Diego Maradona tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Setelah Argentina tersingkir dari perempat final Piala Dunia Afrika Selatan dari tangan Jerman, El Diego mengaku mengalami hal terburuk dalam hidupnya serta mengisyaratkan bakal mundur dari jabatannya saat ini.

    Argentina yang melaju ke 8 besar setelah membungkam Meksiko 3-1 dipaksa melupakan gelar ketiganya setelah dipermalukan Jerman 4-0 di Green Poin Stadium. “Hari ini, mendekati usia saya ke 50 tahun pada tanggal 30 Oktober. Ini adalah hal terburuk yang pernah saya alami. Saya mungkin akan meninggalkan tim ini besok, namun saya ingin anak-anak melanjutkan untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka dan tetap memainkan sepak bola gaya Argentina,” ujar Maradona.

    Maradona mengaku harus berkonsultasi lebih dulu dengan keluarga besarnya tentang keinginannya untuk mundur. “Saya harus memikirkan ini dengan hati-hati…dan berbicara dengan keluarga, juga para pemain. Ada banyak isu di sini,” tegasnya.

    “Ini seperti sebuah pukulan yang saya dapat dari Muhammad Ali. Saya tidak mempunyai kekuatan tentang apapun. Ini seperti hari ketika saya berhenti bermain sepak bola namun ini lebih berat,” keluh Maradona merujuk kekalahan terburuk yang dialami Albiceleste setelah terakhir kali menerima kekalahan 6-1 dari Cekoslovakia pada 1958.

    Diklaim sebagai pemain terbesar sepak bola sepanjang waktu, Maradona resmi menangani Argentina pada akhir Oktober 2008. Ia sukses mengantarkan timnya ke putaran final Piala Dunia 2010 dengan susah payah meski bisa menyumbangkan empat kemenangan sebelum ditaklukkan Jerman.

    AP |  REUTERS | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.