Surat untuk Presiden Yudhoyono  

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta - Belanda masih bertahan, Brasil harus segera pergi, dan Ghana, yang menjadi satusatu harapan Afrika, telah pulang meninggalkan rumahnya sendiri.

Yang terhormat Bapak Presiden...

Saya tulis surat ini bukan untuk mengupas kehebatan Wesley Sneijder yang menjadi pahlawan Belanda, bukan Julio Cesar yang meratapi kegagalan Brasil, dan bukan pula mengungkap kesedihan Asamoah Gyan yang gagal merobek gawang Uruguay dalam satu kesempatan penalti. Tapi untuk menjawab kegelisahan masyarakat sepak bola Indonesia, sekaligus menjawab pertanyaan Presiden, karena sepak bola harus dinikmati, dan bukan lagi sekadar menang-kalah.

Di Afrika, ketika Piala Dunia 2010 memasuki babak semifinal, sepak bola kini tidak hanya tersimpan di hati Maradona, tapi sudah menjadi milik siapa pun dan bisa melibatkan siapa pun, termasuk kepala negara. Ini terbukti setelah Nigeria, Prancis, dan Inggris tersingkir lebih awal.

Presiden Nigeria Goodluck Ebele Jonathan tak mampu memendam kekecewaan dan seketika membekukan aktivitas tim nasional Nigeria: untuk sementara tak terlibat dalam sepak bola internasional selama dua tahun, meski sikap ini memuncalkan pertentangan di markas FIFA. Masyarakat Prancis sangat marah dan meminta Jean Pierre Esacalettes, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), segera meninggalkan kursinya. Atau pers Inggris yang mencemooh pasukan The Three Lions dan berharap Fabio Capello segera hengkang dari London.

Sangat beralasan jika ada keinginan Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Saya pun membayangkan kelak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di bangku VIP bersama para kepala negara lain, seperti Bill Clinton, mantan Presiden Amerika Serikat, yang menyaksikan partai Amerika melawan Ghana di Stadion Royal Bafokeng, Minggu, 27 Juni, lalu.

Dan, saya ingin menjawab obsesi itu ketika Presiden SBY bertanya kapan kira-kira PSSI (tim nasional) masuk Piala Dunia dalam kesempatan nonton bareng partai pembuka antara Afrika Selatan dan Meksiko di Ballroom Puri Kencana Hotel Intercontinental, Bali, 11 Juni lalu.

Tentu saja kita tak memulai dari siapa yang memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia untuk mewujudkan keinginan itu. Jika ada pertanyaan siapa yang pantas memimpin organisasi sepak bola nasional itu, yang pasti dia harus kompeten. Boleh saja dia berbaju biru, asalkan bukan mantan narapidana.

Dia harus cerdas dan mampu menjadi manajer yang baik. Tapi kecerdasan dan kebaikan itu tak lantas dia leluasa menjadikan PSSI sebagai sarang mafia dan tidak membentuk para pengurusnya berperilaku bak preman.

Bapak Presiden...

Sesungguhnya sepak bola Indonesia membutuhkan perubahan. Ini merupakan dasar argumentasi untuk menjawab rasa keprihatinan, yang sebenarnya merupakan gambaran umum kekecewaan masyarakat setelah melihat karut-marut pengelolaan sepak bola Indonesia dan prestasi tim nasional yang semakin tak menentu.

Saya senang ketika Bapak merespons kekecewaan itu dengan menggagas Kongres Sepak Bola Nasional, akhir Maret lalu, meski pada akhirnya “Rekomendasi Malang” tak akan pernah dipatuhi.

Begitu banyak masalah yang telah melilit persepakbolaan nasional dan dibutuhkan solusi sebagai jalan keluar.

Percepatan pembentukan kompetisi profesional melalui penghentian dana anggaran pendapatan dan belanja daerah dan memaksimalkan sumber-sumber kompetisi agar kompetisi mempunyai nilai bisnis tinggi sekaligus berorientasi pada pembinaan dan prestasi bisa menjadi jalan ke arah perbaikan itu.

Dan yang lebih penting adalah perombakan pengurus dalam organisasi PSSI agar manajemen dan pengelolaan sepak bola di Indonesia dijalankan dengan benar, jujur, dan efektif.

Bapak Presiden...

Saya dan teman-teman yang menginginkan perubahan itu telah membuat kajian organisasi, prestasi, pembinaan, dan kompetisi sepak bola Indonesia (jika ada kesempatan nonton bareng di Cikeas, kami akan menyerahkan kajian ini kepada Bapak).


YON MOEIS (WARTAWAN TEMPO)






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.