Van Marwijk Ingatkan Belanda Tak Terlalu Percaya Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bert Van Marwijk. AFP/ FABRICE COFFRINI

    Bert Van Marwijk. AFP/ FABRICE COFFRINI

    TEMPO Interaktif , Johannesburg – Belanda tinggal selangkah lagi menuju final Piala Dunia 2010 dan mereka berharap mengulang kesalahan dua tahun silam di mana mereka punya kecenderungan berpikir terlalu jauh ke depan.

    Belanda memenenagi kelima pertandingan yang dimainkan di Afrika Selatan termasuk kemenangan 2-1 atas tim favorit di perempat final. Rentetan kemenangan itu memperpanjang rekor tim Oranje sepanjang Piala Dunia 2010 sejak babak kualifikasi menjadi 13 kemenangan beruntun.

    Rekor impresif tersebut membuat Belanda menjadi favorit dalam duel semifinal melawan Uruguay di Cape Town, Selasa (6/7).

    Tapi, sulit dibantah jika Belanda belum menunjukkan penampilan terbaik di Afrika Selatan dan pelatih Bert van Marwijk mengatakan mereka punya sejarah tentang kecenderungan berpikir terlalu jauh ke depan.

    “Kami tak menyaksikan semua itu di masa lalu,” kata Van Marwijk. “Menengok kasus dua tahun silam di Austria dan Swiss (Euro 2008), kami berhasil mengalahkan Italia dan Prancis dan semua orang sudah percaya kami akan jadi juara Eropa.

    ADVERTISEMENT

    “Tapi, kami bahkan tak mampu melewati perempat final (kalah 1-3 dari Rusia lewat perpanjangan waktu) karena kami berpikir kami sudah lolos. Itulah yang ingin saya garis bawahi, dan kali ini harus berbeda. Hingga saat ini, para pemain telah menunjukkan bisa melewati semua ini dengan sangat baik, tapi sekarang merupakan tes penting selanjutnya.”

    Belanda mendapat kabar gembira dengan dipastikannya Robin van Persie fit untuk tampil melawan Uruguay setelah sempat diragukan lantaran mendapat cedera sikut dalam laga melawan Brasil.

    Bek Joris Mathijsen juga telah pulih dari cedera lutut sehingga Belanda tak punya masalah kondisi para pemainnya meski gelandang Nigel de Jong dan bek Gregory van der Wiel dipastikan absen terganjal akumulasi kartu kuning.

    “Semua pemain dalam kondisi bugar dan siap,” kata juru bicara tim Belanda, Monique Kessels. “Van Persie telah berlatih kembali, tapi tak bersama tim agar ia tak mengalami kontak fisik dengan pemain lain. Mathijsen juga telah berlatih kembali sendirian, tapi ia segera bergabung dengan yang lainnya.”

    Bebasnya Belanda dari kasus cedera memungkinkan Van Marwijk meminimalisasi perubahan dalam formasi tim yang telah meraih serangkaian hasil memuaskan.

    Hingga saat ini, Belanda tak terkalahkan dalam 24 terakhir sejak ditekuk Austrasli 2-1 dalam laga uji coba September 2008 dan kekalahan itu terjadi karena mereka bermain dengan hanya 10 pemain sepanjang babak kedua setelah kiper Maarten Stekelenburg diusir lantaran pelanggaran profesional.

    Belanda berangkat ke Afrika Selatan bermodalkan kemenangan telak 4-1 atas Ghana 4-1 dan 6-1 atas Hongaria dalam laga pemanasan.

    Tapi, mereka belum mengulang aksi impresif itu kendati konsisten meraih kemenangan di Piala Dunia ini. Dan, Van Marwijk tak akan membiarkan para pemainnya merasa mereka pasti menang atas Uruguay dan lolos ke final.

    Belanda memang punya reputasi sebagai tim yang tak bisa mempertahankan konsistensi penampilan sepanjang turnamen yang tergambar lewat dua kekalahan beruntun di final Piala Dunia 1978 dan 1974 saat mereka disebut-sebut memainkan sepakbola terbaik saat itu.

    Sejak sukses menjuarai Euro 1988, prestasi tertinggi di kancah internasional, Belanda hanya bisa mencapai empat semifinal dan tiga perempat final di Piala Duina dan Kejuaraan Eropa.

    Kini, Belanda punya peluang emas untuk lolos kembali ke final Piala Dunia karena lawan di semifinal hanya Uruguay, tim yang paling tidak diunggulkan di antara keempat semifinalis.

    Apalagi, Uruguay hanya bisa lolos ke 4 besar lewat kemenangan adu penalti atas Ghana. Bahkan seharusnya, La Celeste telah tersingkir kalau saja Asamoah Gyan tak gagal dalam mengeksekusi hadiah penalti di detik-detik terakhir perpanjangan waktu babak kedua.

    Tapi, kepercayaan diri Belanda bisa luntur jika mereka kesulitan menembus lini tengah dan lini belakang Uruguay yang terorganisasi rapih. Jika itu terjadi, bukan tak mungkin Belanda mengulang kegagalan-kegagalan sebelumnya.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?