Tabarez: Uruguay Kalah dengan Kepala Tegak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Uruguay memberikan applaus kepada penonton usai laga semifinal kontra Belanda. Uruguay harus mengakui kehebatan belanda dan menyerah 2-3. AFP/ RODRIGO ARANGUA

    Para pemain Uruguay memberikan applaus kepada penonton usai laga semifinal kontra Belanda. Uruguay harus mengakui kehebatan belanda dan menyerah 2-3. AFP/ RODRIGO ARANGUA

    TEMPO Interaktif , Cape Town - Uruguay, tim terakhir yang lolos ke Afrika Selatan, menjadi wakil Amerika Selatan yang paling lama bertahan sebelum ditekuk Belanda 2-3 dalam laga semifinal, Rabu (7/7) dinihari WIB.

    Uruguay membutuhkan waktu dua tahun dan harus memainkan 20 pertandingan termasuk pertarungan ketat dalam laga playoff lawan Kosta Rika untuk sampai keputusan final Piala Dunia 2010.

    “Jika kami harus memilih cara untuk kalah, beginilah caranya,” kata pelatih Uruguay Oscar Tabarez seusai pertandingan.

    “Laga ini telah memberi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan tekad Uruguay untuk bermain sejajar dengan tim lain di atas semua keterbatasan kami,” tambanya.

    “Pertandingan Sabtu nanti (perebutan tempat ketiga) punya arti penting buat kami dari sisi itu,” kata Tabarez.

    “Ketika kami menoleh ke belakang, kami bisa bilang kami berada di antara keempat semifinalis, dan tiga tim lainnya adalah kekuatan terbesar Eropa.”

    Dari empat wakil Amerika Selatan yang lolos ke perempat final, hanya Uruguay yang mampu melanjutkan langkah hingga ke semifinal sementara Argentina, Brasil dan Paraguay tersingkir.

    “Saya percaya kami bisa menyulitkan lawan kami kapan saja,” kata Tabarez.

    “Saya bangga dengan tim ini. Mereka telah bermain sejajar dengan tim lainnya. Kita tak bisa menuntut lebih dar para pemain ini.

    “Kami menerima kekalahan ini, rival kami jauh lebih baik di depan gawang,” aku Tabarez. “Saya tahu para pemain Belanda sangat kaya secara teknis dan bisa mencetak gol kapan saja,” tambahnya.

    “Kini, kami telah melihat bahwa gol kedua mereka offside dan mungkin saja pertandingan menjadi berbeda buat kami… Mereka (Belanda) mendapatkan ketenangan (berkat gol itu).

    “Tim Belanda punya semangat menyerang, salah satu tim terbaik di turnamen ini, tapi kami tak pernah menyerah dan gol kami di menit-menit terakhir membuktikan kami telah berusaha hingga akhir.”

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto