Anggota Parlemen Usulkan Pendirian Monumen Maradona

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Maradona. AP/Keystone, Peter Klaunzer

    Diego Maradona. AP/Keystone, Peter Klaunzer

    TEMPO Interaktif , Buenos Aires – Juan Cabandie, seorang anggota parlemen Argentina telah mengusulkan pendirian sebuah monumen sebagai penghormatan terhadap Diego Maradona yang masa depan jabatannya sebagai pelatih timnas Argentina dipertanyakan setelah timnya disingkirkan Jerman dengan skor telak 4-0 di perempat final Piala Dunia 2010.

    Cabandie melontarkan proposal tersebut, Selasa (6/7), dengan menyebut Maradona sebagai ikon dari kebudayaan pop Argentina.

    Maradona telah mendapat dukungan dari salah seorang asistennya dan beberapa pemainnya untuk melanjutkan tugasnya menangani timnas.

    Presiden Argentina, Cristina Fernandez, juga mendesak Maradona agar bertahan pada posisinya sementara seorang pengurus senior Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) mengatakan keputusan sepenuhnya berada di tangan Maradona sendiri.

    “Warga Argentina telah menunjukkan bahwa untuk semua yang berhubungan dengan Maradona, hasil akhir menjadi tak lagi penting,” kata Cabandie. “Setelah tersingkir di perempat final Piala Dunia di Afrika Selatan, dengan sebuah kekalahan telak, ribuan orang masih datang ke jalan-jalan untuk menemuinya dan ke-23 pemainnya.”

    Maradona dikabarkan tengah mengurung diri di rumahnya di Ezeiza sebuah daerah di pinggiran kota Buenos Aires. Menurut berita di sejumlah koran, sang legenda itu tampak sangat stress dan ingin berhenti dari pekerjaannya.

    Tapi, sifatnya yang sulit diprediksi membuat tak banyak orang yakin ia akan mengundurkan diri. Apalagi, Argentina akan menjadi tuan rumah Copa America tahun depan.

    Jika monumen itu jadi dibangun, Maradona bakal menempatkan dirinya sejajar dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Argentina seperti mantan Presiden Juan Peron dan istri kduanya, Eva, serta Carlos Gardel, tokoh penting dalam sejarah tarian khas negara itu, tango.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.