Garra Charrua Gaya Forlan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Forlan merayakan gol ke gawang Belanda pada partai semi final piala dunia 2010.  AFP/ GABRIEL BOUYS

    Diego Forlan merayakan gol ke gawang Belanda pada partai semi final piala dunia 2010. AFP/ GABRIEL BOUYS

    TEMPO Interaktif, Cape Town - Diego Forlan boleh tidak percaya "Garra", tapi dia menunjukan semangat tempur Suku Chuarra. Garra, yang berarti "cakar" merupakan jimat Charrua, suku asli Uruguay. Garra membuat mereka bertempur tanpa rasa takut dan habis-habisan melawan musuh, termasuk pendatang Eropa yang bersenjata jauh lebih kuat.

    "Garra multi-interpretasi," ujar pemain berusia 31 tahun yang delapan tahun belakangan merumput di Eropa. "Negara lain meraih gelar tapi tidak punya garra." Menurutnya, kecuali mempersiapkan diri sebaik mungkin, cakar kebanggaan itu tidak akan menolong Uruguay.

    Di perempat final melawan Belanda tadi malam, Forlan tidak berada di kondisi puncak akibat cedera paha. Dia menambah panjang deretan daftar pemain inti yang absen di skuad La Celeste. Kapten sekaligus palang pintu Diego Lugano cedera dan top skorer Luis Suarez menghadapi larangan tampil akibat akumulasi kartu.

    Forlan, pemain paling senior di tim inti, melupakan sakit yang menderanya dan meminta pelatih Oscar Tabarez memasukannya dalam starting eleven. Tabarez mengiyakan dan memberinya ban kapten.

    "Saat memulai pertandingan, saya merasa sedikit sakit," kata Forlan, "menit-menit berikutnya, sakitnya makin menjadi." Namun cedera tidak dijadikannya alasan untuk tidak bermain ngotot. Sang kapten terus berlari dalam kecepatan penuh dan merebut bola dari lawan, membuat pertahanan Belanda kalang kabut. Dia bahkan mencetak gol spektakuler dari jarak 22 meter lewat tendangan kaki kiri. Padahal kaki kiri, yang sedang cedera itu, bukan kaki terkuatnya.

    ADVERTISEMENT

    Forlan terus menebar teror di daerah pertahanan Belanda. Hanya keputusan pelatih yang menghentikannya. Seolah merasakan sakit yang diderita pemain berambut pirang itu, Tabarez menariknya keluar di menit 85. "Semua bisa melihat dia menahan sakit, terutama di akhir pertandingan," katanya. Tanpa sang kapten, La Celeste takluk 2-3 oleh Belanda.

    Forlan sangat berduka gagal membawa kembali Piala Dunia ke Uruguay. Dia sadar betul 3,5 juta saudaranya merindukan trofi itu selama 60 tahun. Walaupun sudah mencetak empat gol dari lima pertandingan di Afrika Selatan, dia masih menyalahkan diri. "Saya merasa tidak berguna karena tidak berada di kondisi terbaik," katanya merendah, "saya tidak berkontribusi apa-apa untuk mengganggu lawan."

    Hadiah hiburan menantinya jika berhasil memenangkan juara ketiga. "Sekarang masih sakit, tapi semoga saya bisa main di perebutan juara tiga," kata pemain yang sudah menyumbang 28 gol dari 68 penampilan untuk Uruguay ini. Di Port Elizabeth Sabtu mendatang, cakar-cakar Pasukan Chuarra akan kembali berkelebat.

    AP | GOAL | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...