Hitzfeld Beberkan Kelemahan Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Swiss Ottmar Hitzfeld. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Pelatih Swiss Ottmar Hitzfeld. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO Interaktif, Berlin - Pelatih Jerman Joachim Loew agaknya perlu rehat sejenak untuk mendengarkan masukan rekannya, Ottmar Hitzfeld. Pelatih Jerman yang menangani Swiss ini berhasil menumbangkan Spanyol, jawara Eropa yang jadi lawan Panser Rabu (7/7) malam ini.

    Swiss adalah tim kedua yang mengalahkan Spanyol dalam 49 partai resmi La Furia Roja. Jerman, harus jadi yang ketiga dalam 55 partai, jika ingin melaju ke Final Piala Dunia 2010 menghadapi Belanda. Hitzfeld pun sumbang saran untuk membantu negaranya.

    Menurutnya, gaya menyerang Spanyol cocok dengan pola serangan Jerman. Dua bek sayap Joan Capdevilla dan Sergio Ramos doyan maju menyerang, katanya, sehingga meninggalkan ruang kosong di sayap. "Itu titik lemah Spanyol yang bisa dimanfaatkan Jerman," ujar mantan pelatih Bayern Muenchen ini.

    Palang pintu Spanyol akan terpecah konsentrasinya antara menjaga penyerang Miroslav Klose dan mengisi sayap yang kosong. "Sehingga Mesut Ozil bisa bebas di daerah berbahaya," kata Hitzfeld.

    Walaupun menilai Jerman bisa melaju, dia juga memperingati rekan-rekan senegaranya. Panser bisa tergelincir di daerah yang dia sebut "zona merah". "Itu adalah koridor antara Xavi, Andreas Iniesta dan David Villa beroperasi," kata Hitzfeld.

    Dia menyarankan Per Mertesacker, Arn Friedrich, Bastian Schweinsteiger dan Sami Khedira untuk menutup zona merah. "Guna mencegah Spanyol memainkan keajaiban mereka di sana," katanya. Mengingat Villa sangat lihai di situasi satu lawan satu, Hitzfeld juga menyarankan menggandakan penjagaan di sisi sayap.

    Dia menjagokan Jerman melaju ke final. "Tapi mereka butuh mengerahkan semua energi untuk menjaga semua lini dan pemain lawan, seperti yang mereka lakukan dengan baik saat melawan Argentina," kata Hitzfeld.

    TELEGRAPH | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto