Sosok Penyeimbang di Lini Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Dirk Kuyt, Arjen Robben, dan Mark van Bommel ketika sesi latihan di Gelvendale stadium,Port Elizabeth (1 juli 2010).   REUTERS/Michael Kooren

    Dari kiri: Dirk Kuyt, Arjen Robben, dan Mark van Bommel ketika sesi latihan di Gelvendale stadium,Port Elizabeth (1 juli 2010). REUTERS/Michael Kooren

    TEMPO Interaktif ,Mark van Bommel merupakan sosok yang tidak tergantikan di lini tengah. Pelatih Bert van Marwijk, yang juga mertuanya, bukan memilih dengan alasan nepotisme, tapi karena permainan keras yang terus diperagakan gelandang 33 tahun itu. Di kubu Oranye berkembang lelucon bahwa Van Bommel juga akan menendang neneknya jika mendekatinya dengan bola.

    Terkenal dengan serangan yang mooi, Belanda kerap melempem dalam pertahanan. Tekniknya memang tidak semoncer Wesley Sneijder atau Rafael van der Vaart, namun Oranye membutuhkan tekel-tekel Van Bommel untuk membantu lini belakang membendung serangan lawan.

    Kharisma bintang Bayern Muenchen ini kerap menutup permainannya yang cenderung kasar. Dari enam partai dan puluhan tekel, dia baru sekali mendapat kartu kuning, itu pun karena memprotes keputusan wasit. Menurutnya, Belanda selalu ingin bermain cantik. "Tapi kalau itu gagal, kami coba cara lain," ujarnya.

    Bukan hanya bertahan, Van Bommel juga gape membagi bola. Untuk bisa jadi pemasok umpan, dia berbagi tugas dengan tandemnya, Nigel de Jong. Di semi final, absennya De Jong, membuatnya lebih banyak berkutat di pertahanan. Akibatnya pasokan bola ke penyerang mandek.

    FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.