Roger Milla Suka Selebrasi Gol Ala Afsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Afrika Selatan menarikan tarian kemenangan usai membobol gawang Meksiko pada penyisihan grup A Piala Dunia di Soccer City di Johannesburg, Afrika Selatan (11/6). Skor pertama pada piala dunia 2010 ini dicetak Siphiwe Tshabalala (kanan ke-2). AP/Martin Meissner

    Para pemain Afrika Selatan menarikan tarian kemenangan usai membobol gawang Meksiko pada penyisihan grup A Piala Dunia di Soccer City di Johannesburg, Afrika Selatan (11/6). Skor pertama pada piala dunia 2010 ini dicetak Siphiwe Tshabalala (kanan ke-2). AP/Martin Meissner

    TEMPO Interaktif , Johannesburg – Pencipta selebrasi gol goyang pinggul di Piala Dunia, Roger Milla, menilai cara berdansa para pemain Afrika Selatan saat merayakan gol adalah yang paling mendekati aksi yang ia perkenalkan 20 tahun silam.

    Milla menarik perhatian dunia lewat rutinitasnya bergoyang pinggul di dekat bendera sudut setiap usai mencetak gol di Piala Dunia 1990 di Italia saat Kamerun lolos ke perempat final.

    Kini, ia menjadi pengamat gaya selebrasi gol para pemain di Afrika Selatan. Sejumlah aksi telah menarik perhatiannya termasuk 'Diski Dancing' para pemain Afrika Selatan, gerakan salto striker Jerman Miroslav Klose dan tepukan kepala gelandang Belanda Welsey Sneijder usai membuat gol dengan sundulan ke gawang Brasil di perempat final.

    “Jika harus memilih (selebrasi gol terbaik), saya akan menunjuk para pemain Afrika Selatan. Saya snagat menyukainya karena mereka menari secara berkelompok,” kata Milla.

    “Aksi Sneijder juga lucu, tapi itu bukan selebrasi murni. Salto Klose juga bagus, tapi ia tak menari seperti saya,” kata mantan striker Kamerun itu.

    ADVERTISEMENT

    Striker Ghana Asamoah Gyan juga sempat melakukan dansa seusai mencetak salah satu golnya, tapi aksinya terhenti oleh rekan-rekannya yang mengerubutinya.

    “Gyan terlihat benar-benar bagus, tapi para pemain lainnya menimpanya dan menghentikannya. Sangat disayangkan!” kata Milla.

    Milla kemudian memprediksi pertarungan ketat antara Spanyol dan Belanda di di final, Minggu (11/7). Tapi, apakah kedua tim Eropa itu bisa merayakan gol seperti Milla?

    “jelas sekali tak seorang pun bisa melakukan seperti saya,” katanya sambil tertawa.

    “Aksi saya merupakan yang pertama dengan improvisasi total. Kita butuh ritme alami, gerakan di pinggul. Semua ini tentang spontanitas, dan itu harus personal, milik kita sendiri. Tentu saja, kita harus lebih dulu mencetak gol, jangan lupa!”

    Milla mengatakan di tengah keluhan tentang penampilan buruk sejumlah tim, keputusan wasit kontroversial dan isu-isu lainnya, publik tak seharusnya kehilangan tontonan yang menyenangkan.

    “Kita harus menekankan keindahan dan kesenangan di sekitar sepakbola. Itulah sebabnya kenapa para pemain harus menggunakan aksi selebrasi gol untuk membalas kecintaan para fans,” katanya.

    Di Afrika Selatan ini Coca-Cola mengelar kampanye untuk memilih selebrasi gol terbaik dan menggalang dana lewat kampanye itu untuk membiayai program air minum bersih untuk para pelajar.

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.