Robben: Saya Tak Peduli Belanda Menang dengan Cara Buruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arjen Robben melesakkan bola ke gawang Slovakia dan membuat Belanda unggul 1-0. REUTERS/Michael Kooren

    Arjen Robben melesakkan bola ke gawang Slovakia dan membuat Belanda unggul 1-0. REUTERS/Michael Kooren

    TEMPO Interaktif, Johannesburg: Arjen Robben tidak begitu peduli bagaimana Belanda bisa mengalahkan Spanyol pada laga final sepanjang Oranye bisa mengangkat trofi juara.

    “Saya lebih ingin kami bermain sangat buruk dan menang ketimbang bermain cantik dan kalah,” tegas Robben, Sabtu (10/5).

    Menang buruk sudah menjadi hal lumrah bagi Belanda. Apalagi setelah yang terjadi pada 5 Juni lalu. Pada laga pemanasan melawan Hungaria, Robben berusaha memberikan operan dengan kaki belakang di kanan pertahanan Hungaria yang membuatnya harus absen pada beberapa laga pembuka belanda di penyisihan grup Piala Dunia Afrika Selatan akibat cedera hamstring.

    Belanda tiba-tiba kehilangan salah satu pemain terbaiknya kurang sepekan jelang laga pembuka Piala Dunia.  Pemain yang dibekap cedera lunak pada urat lutut (hamstring) biasanya sangat sulit untuk pulih dalam waktu cepat.

    “Jika Anda akan menceritakan apa yang terjadi di sini, saya tidak akan mempercayainya,” tegas Robben.

    Belanda dipaksa bertolak ke Afrika Selatan tanpa ditemani Robben lantaran pemain Bayern Muenchen itu memerlukan tes lanjutan untuk memperlihatkan apakah ia fit atau tidak untuk tampil. Namun, Jumat kemarin Robben terpilih sebagai nominator Sepatu Emas Piala Dunia untuk kategori pemain terbaik di turnamen.

    Nominasi itu diberikan kepada Robben meski ia baru tampil pada tiga dari enam pertandingan Belanda. Ditotal ia baru tampil 267 dari 540 menit yang seharusnya dimainkannya bersama Belanda. Robben bahkan baru menyelesaikan latihan penuh pertamanya pada tiga pekan lalu.

    Namun ia berhasil membuka mata khalayak sepak bola jika permainannya apiknya di lapangan hijau telah membuatnya menjadi seorang bintang di Piala Dunia. Tanpa Robben, lini serang Belanda berada dalam bahaya ketika tim berjuang keras untuk meraih kemenangan pertama. Namun tampil penuh percaya diri dalam 20 menit permainan, pemain berambut plontos itu bisa membuat perubahan dalam permainan timnya setelah tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-73 melawan Kamerun pada laga terakhir penyisihan grup.

    Belanda akhirnya menang 2-1 dan kampanye Robben di Piala Dunia mulai bergeliat. Ia membuktikannya dengan menjadi pemain terbaik pertandingan dan mencetak gol pertamanya di putaran kedua ketika Belanda menang 2-1 dari Slovakia.

    Serangan energiknya sempat terhenti ketika Belanda menghadapi Brasil. Dua bek Selecao Juan dan Michel Bastos berhasil menggagalkan aksi tembakan Robben dan memindahkkan bola ke kaki kirinya.

    Namun permainannya kembali hidup ketika tampil di semi final melawan Uruguay. Mendapat umpan sepak pojok dari Dirk Kuyt, pemain kidal itu masih mempunyai kekuatan dan presisi yang jitu dengan menanduk bola yang berbuah gol. Belanda menang 3-2 dari laskar Oscar Tabarez.

    Robben memang dikenal karena kepiawaian gocekan kaki kirinya, bukan kepalanya. “Mungkin talenta tersembunyi saya mulai terlihat,” ujar Robben sedikit sombong.

    Robben mengaku cedera hamstring masih membawa masalah buatnya. “Performa saya belum pada puncaknya. Itu karena saya masih merasakan nyeri. Saya bisa bermain namun dengan nyeri di kaki. Ini memang terus berangsur pulih namun belum 100 persen,” ujarnya.

    Meski begitu Bert van Marwijk tetap akan mempercayakan posisi sayap kanan kepada Robben. Dia dikenal sebagai pemain pemenang. Ia sukses menyumbangkan gelar Eredivisie buat PSV Eindhoven, Chelsea, dan Real Madrid sebelum memberikan trofi Bundesliga dan Piala Jerman buat Muenchen tahun ini.

    Robben juga berhasil membantu Muenchen melenggang ke babak final Liga Champions dengan beberapa gol spektakuler yang dikemasnya. Satu-satunya kegagalannya adalah ketika Muenchen kalah dari Inter Milan di final.

    Robben mengaku tidak ingin merasakan kekalahan kedua di final. Ia ingin menebus dua kekalahan Belanda di final Piala Dunia (1974, 1978). “Pada masa lampau, kami sering mendengar betapa indahnya ketika itu. Namun tidak ada pembalasan dendam setelah itu. Kami belum juga menampilkan permainan sepak bola indah. Namun kami selalu bisa tampil terorganisir,” pungkas Robben.

    Belanda akan menjajal kekuatan juara Eropa Spanyol di final Piala Dunia di Johannesburg besok.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto