Cruyff: Pemain Asing Rusak Performa Inggris-Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Selandia Baru Shane Smeltz mencetak gol ke gawang Italia, dalam pertandingan Grup F di stadion Mbombela, Nelspruit, Afrika Selatan (20/6).   REUTERS/David Gray

    Pemain Selandia Baru Shane Smeltz mencetak gol ke gawang Italia, dalam pertandingan Grup F di stadion Mbombela, Nelspruit, Afrika Selatan (20/6). REUTERS/David Gray

    TEMPO Interaktif ,Johannesburg:Legenda Belanda Johan Cruyff meyakini kagagalan Inggris dan Italia di Piala Dunia Afrika Selatan lantaran liga domestiknya terlalu bergantung pada pemain asing.

    Cruyff, yang gagal membawa Belanda menjuarai Piala Dunia 1974, kalah dari Jerman Barat di final, menuding kurangnya talenta-talenta lokal untuk menjelaskan buruknya penampilan Inggris maupun Italia di Afrika Selatan. Ia mengatakan ia mendukung peraturan FIFA yang dikenal dengan '6 plus 5'.

    Italia finis pada posisi buncit di Grup F yang dihuni Selandia Baru, Slovakia, dan Paraguay sementara Inggris lolos dari peynisihan grup sebelum dihajar Jerman 4-1 di 16 besar.

    “Ada terlalu banyak pemain asing di Inggris dan Italia. Ini berarti 50 persen starting eleven di tim nasional masing-masing tidak bermain pada tim elit di liganya masing-masing,” kata Cruyff, Senin (12/7).

    Iklim sepak bola dunia, menurut Cruyff ironisnye mendukung bermukimnya para pemain asing di liga-liga elit Eropa. “Jika ini kebijakannya maka berarti Inter bisa memenangkan Liga Champions tanpa mempunyai satu orang pun pemain Italia. Dan beberapa pekan kemudian Anda akan melihat bencana pada tim nasional mereka,” ketus Cruyff.

    Cruyff menambahkan jika otoritas sepak bola dunia tidak bisa mengubah situasi harusnya federasi di masing-masing negara melakukan langkah tegas. “Itulah mengapa saya adalah seorang pendukung besar peraturan '6 plus 5'. Namun saya pikir saya bukanlah figur yang bisa mengubah sendiri soal-soal seperti ini,” tegasnya.

    “Ini waktunya untuk menyeimbangkan jumlah pemain lokal dan pemain asing,” harapnya.

    Brasil bertahan lama ketimbang Italia dan Inggris. Namun skuad Carlos Dunga dihujat habis-habisan setelah dipeecundangi Belanda 2-1 di perempat final. Cruyff menganalisa permainan mengalir Lucio dan kawan-kawan kurang kreatif khususnya di lini tengah.

    “Dibandingkan Belanda dengan Brasil, Anda harus berbicara soal populasi Brasil sebagai negara besar. Pada masa muda saya Anda menjadi pahlawan dari Brasil, para pemainnya selalu bertahan di pikiran Anda,” ujar Cruyff.

    Pemain yang dipunyai Brasil saat ini, menurut Cruyff gampang dilupakan. “Lihat para pemain Brasil yang mengisi lapangan tengah, saya telah lupa nama mereka. Ini berarti mereka tidak memberikan Anda apapun. Namun Brasil mempunyai pemain-pemain bagus, mereka tidak hanya ingin bermain dengan cara seperti itu (tidak kreatif),” jelasnya.

    Cruyff mengaku tidak bisa mengenali tim-tim yang sempat bermain di Afrika Selatan. Ia menyayangkan hal ini. “Jika Anda tampil di Piala Dunia, mungkin ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, jadi lakukanlah sesuatu dan buat bangga. Namun mereka tidak, itu mengecewakan,” pungkasnya.

    SOCCERNET | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto