Howard Webb: Dua Jam Dalam Neraka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Belanda Bert van Marwijk, memprotes wasit Howard Webb (ketiga kiri), setelah pertandingan final Piala Dunia 2010 antara Spanyol dan Belanda berakhir di Johannesburg, Afrika Selatan (12/7). AP/Luca Bruno

    Pelatih Belanda Bert van Marwijk, memprotes wasit Howard Webb (ketiga kiri), setelah pertandingan final Piala Dunia 2010 antara Spanyol dan Belanda berakhir di Johannesburg, Afrika Selatan (12/7). AP/Luca Bruno

    TEMPO Interaktif, London - Wasit Inggris Howard Webb menggambarkan partai final antara Belanda dan Spanyol yang dimpimpinnya, Senin dini hari kemarin, sebagai pertandingan paling berat dalam kariernya sebagai wasit. Ia menyebut pertandingan itu menguras tenaga dan mental.

    Wasit asal Rotherham itu menjadi bintang lain di final Piala Dunia 2010. Ia membuat rekor kartu dalam satu pertandingan Piala Dunia -- 14 kartu kuning dan satu kartu merah -- saat Spanyol menang 1-0.

    Webb, yang akan berusia 39 tahun Rabu besok, tengah beristirahat di markas para wasit Piala Dunia di Pretoria, Afrika Selatan. Kepada seorang rekannya ia mengatakan, "Minggu malam sangat sulit, dua jam terberat dalam karier saya. . Tapu FIFA sangat mendukung, mereka menilai tak hanya satu pertandingan satu sepanjang turnamen."

    Kubu Belanda menyerang Webb yang dinilai mendukung Spayol. Di akhir pertandingan pemain seperti Wesley Sneijder dan Mark van Bommel sempat bersiteru dengan Webb serta dua asistennya Mike Mullarkey and Darren Cann.

    Meski ia juga luput menghukum gelandang Belanda Nigel de Jong yang menendang dada Xabi Alonso. "Sakitnya masih terasa," kata Alonso yang mengatakan tendangan de Jong meninggalkan bekas didadanya.

    De Jong, pemain Manchester City, mengaku beruntung tidak dihukum. "Dia (Webb) hanya memberikan kartu kuning, itu keberutungan buat saya," katanya.

    Sementara itu, Presiden FIFA Sepp Baltter memberikan pujian bagi Webb. "Saya tidak bisa menilai penampilan ofisial pertandingan," kata Blatter dilansir BBC. "Yang dapat saya katakan hanyalah memimpin pertandingan final Piala Dunia bukan perkara mudah."

    DAILYMAIL | BBC | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.