Lewat Gol Kontroversial, Prancis Ulangi PD 2010?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karim Benzema mencetak gol kedua Prancis ke gawang Ukraina, dalam pertandingan leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2014 di Paris, (20/11). Prancis menang 3-0, dan agregat 3-2. AP/Thibault Camus

    Karim Benzema mencetak gol kedua Prancis ke gawang Ukraina, dalam pertandingan leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2014 di Paris, (20/11). Prancis menang 3-0, dan agregat 3-2. AP/Thibault Camus

    TEMPO.CO, Paris - Didier Deschamps menilai timnas Prancis tampil fantastis usai membalikkan keadaan dalam pertandingan leg kedua babak play off Piala Dunia 2014 melawan Ukraina, di Stade de France, Rabu, 20 November 2013. Sempat menelan kekalahan 2-0 di pertemuan pertama, Prancis akhirnya lolos usai menaklukkan Ukraina dengan skor 3-0.

    Dua gol Prancis dicetak oleh Mamadou Sakho pada menit ke-22 dan 74, sementara satu gol lain diciptakan oleh penyerang Karim Benzema di menit ke-34. Tetapi, gol kedua Prancis yang disumbangkan Benzema itu berbau kontroversi.

    Berawal dari tendangan Yohan Cabaye yang ditahan dengan dada oleh Mathieu Valbuena, bola jatuh ke hadapan Benzema. Dalam tayangan ulang, Benzema terlihat berdiri sekitar satu langkah di belakang bek-bek Ukraina.

    Penyerang 25 tahun itu langsung menghujam bola dengan tendangan kaki kanan dan merobek jala Andriy Pyatov. Namun, wasit Damir Skomina tak menganggap Benzema berada dalam posisi offside. Wasit asal Slovenia itu justru menganggap sah gol tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Menariknya, empat menit sebelumnya, Skomina membuat kesalahan dengan menganulir gol Benzema. Wasit 37 tahun itu menganggap Benzema terlebih dahulu berdiri pada posisi offside sebelum menerima umpan silang Franck Ribery. Padahal, dalam tayangan ulang, Benzema sangat jelas berada dalam posisi onside.

    Kejadian tersebut mengundang kembali memori akan gol kontroversial yang meloloskan Prancis ke Piala Dunia 2010 lalu. Menariknya, gol kontroversial itu juga terjadi di leg kedua babak playoff. Bedanya, ketika itu Les Bleus menghadapi Republik Irlandia.

    Prancis diselamatkan gol William Gallas di menit ke-103. Gol tersebut berawal dari aksi Thierry Henry menahan bola dengan tangan sebelum ke luar lapangan di dalam kotak penalti. Kemudian, Henry mengirim umpan ke mulut gawang dan bola langsung disambar Gallas dengan sundulannya.

    Gol tersebut membuat Prancis mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1, sekaligus unggul secara agregat 2-1. Prancis akhirnya lolos ke Afrika Selatan, sedangkan Republik Irlandia hanya mampu melayangkan protes.

    Meski kecewa, rakyat Republik Irlandia tampaknya bisa tersenyum kecil. Pasalnya, Prancis seperti terkena kutukan. Prancis tak mampu lolos dari babak penyisihan grup dengan catatan tak mampu meraih kemenangan.

    Akankah kutukan Prancis kembali terulang di Piala Dunia 2014? Apakah publik Ukraina bakal tersenyum kecil? Kita tunggu saja.

    BERBAGAI SUMBER | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Dapat Tepuk Tangan dari Ibra, Ronaldo Tersanjung
    Ronaldo Hat-trick, Bento Tak Bisa Berkata-kata
    Hodgson Sebut Inggris Kalah Kualitas dari Jerman
    Tangani Timnas Lagi, Ini Target buat Alfred Riedl
    Ibrahimovic: Selamat Tinggal Piala Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?