Ilmu Astronomi Bisa Ramal Juara Piala Dunia 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskot Piala Dunia 2014. AP/Eraldo Peres

    Maskot Piala Dunia 2014. AP/Eraldo Peres

    TEMPO.CO, Zurich - Undian pot Piala Dunia 2014 sudah dilaksanakan oleh FIFA, Rabu, 4 Desember 2013. Beberapa negara kuat seperti Italia, Inggris, Belanda, Prancis dan Portugal berada dalam satu pot, sedangkan tuan rumah Brazil berada satu pot dengan Argentina. Hasil pot ini akan menentukan pembagian 8 grup yang terdiri dari 4 peserta Piala Dunia 2014.

    Hasil undian ini menurut Profeseor Andreas Heuer dari Universitas Muenster, akan memberi gambaran secara matematis bahwa sangat kecil kemungkinan pendatang baru di Piala Dunia 2014, seperti Bosnia Herzegovina bisa menjadi juara.

    Sementara itu, peramal bernama Madame Etoile, mengatakan bahwa ia sedang memprediksi siapa juara di Piala Dunia 2014. Menurut Etoile, dasar yang ia gunakan untuk meramal ialah keselarasan pada rasi bintang dari para pemain di masing-masing peserta Piala Dunia 2014.

    "Keselarasan itu membuat saya berpendapat bahwa Swiss dan Brazil sangat mengharapkan hasil undian di tanggal 6 Desember nanti. Kedua pemain dari masing-masing tim memiliki keselarasan rasi bintang yang cukup bagus,” ucap Madame Etoile.

    ADVERTISEMENT

    Terkait dengan ramalan siapa juara Piala Dunia bukan hal baru. Di Piala Dunia 2010 Jerman, publik sepak bola terkagum-kagum dengan ramalan dari hewan gurita bernama Paul. Meski banyak hal kontroversial mengenai ramalan dari gurita Paul selama perhelatan Piala Dunia 2010.

    FIFA.COM | GALIH PRASETYO

    Berita Terpopuler: 
    Ini Tim Paling Sulit Dikalahkan Versi Ronaldo
    Van Persie Siap Tampil Lawan Everton
    Thohir: Tekanan di Liga Italia Sangat Tinggi
    Hadapi Sunderland, Chelsea tanpa Oscar dan Luiz
    Ronaldo Ogah Berbicara dengan Blatter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.