Debut Costa di Tim Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Atletico Madrid Diego Costa melakukan selebrasi, usai menjebol gawang Athletic Bilbao, dalam La Liga Spanyol di Madrid (4/11). Atletico Madrid menang 2-0. AP/Francisco Seco

    Pemain Atletico Madrid Diego Costa melakukan selebrasi, usai menjebol gawang Athletic Bilbao, dalam La Liga Spanyol di Madrid (4/11). Atletico Madrid menang 2-0. AP/Francisco Seco

    TEMPO.CO , Madrid: Semua mata akan tertuju pada Diego Costa saat Spanyol menjamu Italia di Stadion Vicente Calderon, Madrid, dini hari nanti, Kamis, 6 Maret 2014. Seperti dilaporkan harian olahraga Spanyol, Marca, pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque, menuliskan nama Costa dalam daftar pemain yang akan berlaga di pertandingan persahabatan itu.

    Di latihan terakhir di markas tim nasional Spanyol di Los Rozas, pinggiran Madrid, kemarin, Costa diplot sebagai ujung tombak La Furia Roja, dengan sokongan Andres Iniesta dan Pedro di sisi sayap. "Costa adalah pilihan tepat dan bisa menyumbang banyak untuk kami," kata Sergio Ramos, palang pintu andalan Spanyol, usai latihan.

    Costa, 25 tahun, merupakan kontroversi
    . Dia lahir di Lagarto, kota berpenduduk 100 ribu di Brasil, dengan darah murni negara tersebut. Setelah bermain di Liga Portugal, dia masuk Spanyol pada 2007 dan memperkuat Valladoid dan Atletico Madrid.

    Juli 2013, dia memperoleh kewarganegaraan Spanyol, setelah dianggap cukup lama tinggal di sana. Paspor baru itu datang seiring banjir gol yang dia ciptakan. Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol pun mulai merayunya untuk memperkuat La Furia Roja. Masalahnya, Costa pernah dua kali membela tim nasional Brasil, yaitu saat melawan Italia dan Rusia, Maret 2013. Aturan Federasi Sepakbola Dunia, FIFA, melarang pemain berganti timnas.

    Namun, pernyataan Costa yang memilih negara induk semangnya membuat Brasil berang dan langsung menghapus namanya. "Orang Brasil yang menolak mengenakan seragam tim nasionalnya dan bermain di Piala Dunia di negaranya, otomatis kami coret," kata Luis Felipe Scolari, pelatih Brasil. "Dia mengkhianati impian jutaan warga Brasil yang bermimpi membela negaranya, juara lima kali Piala Dunia." FIFA membolehkan dia berganti seragam karena membela Brasil di laga persahabatan, bukan turnamen resmi.

    Del Bosque langsung bereaksi dengan memasukkan pencetak 27 gol bagi Atletico musim ini tersebut dalam daftar pemainnya. Maklum, tim juara dunia dan Eropa itu sedang krisis striker. Fernando Torres makin hari makin mandul dan David Villa bolak balik cedera. Di Piala Eropa lalu, mereka jadi juara tanpa penyerang murni.

    "Dia layak untuk bermain bersama kami," ujar Ramos. Wakil kapten Real Madrid itu baru berjibaku dengan Costa di La Liga, Ahad lalu. Ramos mengaku menjatuhkan Costa di daerah terlarang tanpa dilihat wasit di pertandingan yang berakhir 2-2 itu. Namun, dia mengatakan benih persaingan mereka langsung pupus begitu bertemu di tim nasional. "Hal terpenting adalah sekarang kami satu tim."

    Costa tidak sabar untuk melakoni debutnya bersama dengan seragam merah Spanyol. "Apalagi pertandingan berlangsung di Calderon, markas Atletico," katanya.

    Diego da Silva Costa
    Lahir : Lagarto, Brasil, 7 Oktober 1988
    Kebangsaan : Brasil, Spanyol
    Tinggi : 1,88 meter
    Kaki Aktif : Kanan
    Posisi : Penyerang
    Kontrak : Atletico Madrid, sampai 30 Juni 2018
    Karir Klub :
    2006 Braga
    2007-2009 Atletico Madrid
    2009-2010 Valladoid
    2010-sekarang Atletico Madrid
    Tim Nasional :
    2013 Brasil 2 pertandingan, 0 gol
    2014-sekarang Spanyol 0 pertandingan, 0 gol

    MARCA | GOAL | WORLD SOCCER | REZA MAULANA


    Berita Terpopuler:
    Calon Hakim Konstitusi Dikuliahi Pakar Tata Negara

    Bunuh Diri Bersama, Anita Diduga Diteror

    Tak Cukup Restu Mega, Ini Syarat Jokowi Nyapres..  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.