Kurang 100 Hari, Masih Ada Stadion yang Bocor

Reporter

Editor

Hari prasetyo

Pemandangan stadion Arena do Jacare di Sete Lagoas, Brasil, Selasa (4/2). Tim nasional Uruguay akan berlatih di stadion ini selama turnamen Piala Dunia 2014 digelar. AP/Bruno Magalhaes

TEMPO.CO Sao Paulo:Tiga lempengan logam berukuran jumbo itu tiba-tiba melayang dari atap Mineiroa Stadium saat badai menghantam kota Belo Horizonte, Brasil, Sabtu, 1 Maret 2014.

Dua dari tiga logam itu jatuh di bangku penonton sementara satunya mendarat di bangku cadangan pemain. Tiga lubang besar yang menganga di atap stadion kemudian membuat air hujan meluncur deras ke tribun.

"Ini bukan hal yang bagus karena akan ada 65 ribu orang di sini saat Piala Dunia digelar nanti," kata Presiden Asosiasi Perusahaan Teknik Arsitektur dan Konsultasi di Sao Paulo, Jose Roberto Bernasconi.

Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tapi copotnya tiga logam dari atap stadion itu cukup membuat Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, miris.


Sebab, Mineiroa Stadium adalah satu dari 12 stadium yang akan digunakan untuk Piala Dunia yang akan digelar 12 Juni -13 Juli mendatang. Bahkan, Mineiroa akan menjadi tempat dihelatnya partai semi final.

Renovasi Mineiroa Stadium sejatinya telah kelar Desember lalu. Seharusnya stadion itu telah siap. Tapi, tak hanya atapnya yang rontok, sistem drainase lapangan ternyata juga tak bekerja.

Air hujan yang mengguyur stadium akhir pekan lalu itu menggenang di beberapa titik di lapangan. Padahal, standar FIFA jelas: tak boleh ada kubangan di lapangan ketika pertandingan berlangsung.

Jerome pun masygul. Jika stadion yang telah rampung saja ternyata tak benar-benar rampung, lantas bagaimana stadion lain yang masih dalam proses pengerjaan?


"Saya bukan spesialis Piala Dunia tapi saya bisa katakan jika proses ini tak akan mudah," kata Jerome. Dan kenyataannya memang begitu. Sebab, dari 12 stadion, 4 di antaranya belum selesai dibangun!

Padahal waktunya kian mepet. Brasil hanya memiliki waktu 96 hari untuk menuntaskan semua infrastruktur, tak hanya stadion, tapi juga bandara, hotel, jalan raya, serta jaringan internet.

"Kini waktunya sudah kurang dari 100 hari sebelum kick off tapi stadion di Sao Paulo (Arena Corinthians --tempat upacara pembukaan akan digelar) belum siap," kata Jerome. "Dua stadion lainnya (di Curitiba dan Manaus) juga belum."


Jerome wajar cemas. Sebab, kata dia, untuk instalasi jaringan internet dan penyiaran per satu stadion saja membutuhkan waktu sedikitnya 90 hari.
Leletnya kinerja Brasil ini telah lama dikeluhkan Presiden FIFA, Sepp Blatter. Desember lalu, ia mencap Brasil sebagai negara penyelenggara Piala Dunia paling lelet sepanjang 40 tahun terakhir.


Brasil, kata Blatter, memiliki waktu 7 tahun untuk mempersiapkan segalanya. Normalnya, waktu persiapan untuk penyelenggara Piala Dunia adalah 5 tahun. "Tapi mereka justru menjadi yang paling lambat kinerjanya."


Pemerintah Brasil sebelumnya berjanji akan menuntaskan pembangunan dan renovasi 12 stadion paling lambat Desember lalu. Tapi, hingga kini, 4 stadion belum kelar. Dua dari 4 stadion itu bahkan diprediksi baru akan kelar pertengahan April mendatang.


Meski begitu, toh, Brasil tetap optimistis Piala Dunia berlangsung sesuai jadwal. Menteri Olahraga Brasil, Aldo Rebelo, bahkan menjawab ringan kecemasan para petinggi FIFA dengan mengilustrasikan Piala Dunia seperti hajatan pernikahan.


"Dalam beberapa acara pernikahan yang saya hadiri, pengantennya selalu telat," kata Rebelo. "Tapi itu tidak berarti acara perkawinannya dibatalkan. Saya pikir, pada akhirnya, semuanya akan berjalan lancar."


GUARDIAN | AFP | REUTERS | FIFA | DWI RIYANTO AGUSTIAR


Berita Terpopuler:


Disebut Atur Proyek SKK Migas, Ini Kata Sepupu SBY 


Calon Hakim MK: Mobil Saya Tidak Lima, Cuma Empat....


Calon Hakim MK, Hidup Mewah dan Tak Paham Hukum  






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Tanggapan FIFA Setelah Presiden Mereka, Gianni Infantino, Diselidiki Jaksa Swiss

3 Agustus 2020

Tanggapan FIFA Setelah Presiden Mereka, Gianni Infantino, Diselidiki Jaksa Swiss

Badan sepak bola dunia FIFA menyatakan pihak berwenang Swiss tidak mempunyai alasan untuk meluncurkan penyelidikan kriminal atas Gianni Infantino.


Kasus Pelecehan Seks, FIFA Skors Presiden Sepak Bola Haiti

26 Mei 2020

Kasus Pelecehan Seks, FIFA Skors Presiden Sepak Bola Haiti

Badan sepak bola dunia (FIFA) menskors presiden federasi sepak bola Haiti Yves Jean-Bart terkait kasus pelecehan seks.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


Boikot Bertambah Mendekati Pembukaan, Piala Dunia 2018 Batal?

27 Maret 2018

Boikot Bertambah Mendekati Pembukaan, Piala Dunia 2018 Batal?

Negara-negara yang menyatakan akan melakukan boikot bertambah ketika Piala Dunia 2018 tinggal tiga bulan lagi.


Presiden FIFA: Piala Dunia 2018 Tak Akan Jadi Ajang Perang

19 Maret 2018

Presiden FIFA: Piala Dunia 2018 Tak Akan Jadi Ajang Perang

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan kecemasan terhadap potensi bentrok suporter Rusia dan Inggris tak akan terjadi di Piala Dunia 2018.


FIFA Didesak Batalkan Chechnya sebagai Markas Timnas Mesir

13 Februari 2018

FIFA Didesak Batalkan Chechnya sebagai Markas Timnas Mesir

Keputusan FIFA untuk mengijinkan ibukota Chechnya, Grozny, sebagai markas Timnas Mesir mengundang protes.


Piala Dunia 2018: Peluang Arab Saudi di Mata Sami Al-Jaber

3 Februari 2018

Piala Dunia 2018: Peluang Arab Saudi di Mata Sami Al-Jaber

Sami Al-Jaber bangga tim Arab Saudi bisa bermain pada partai pembukaan Piala Dunia 2018.