Radamel Falcao Absen di Piala Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Monaco Radamel Falcao memiliki kekayaan sebesar Rp398 miliar. DAMIEN MEYER/AFP/Getty Images

    Pesepak bola Monaco Radamel Falcao memiliki kekayaan sebesar Rp398 miliar. DAMIEN MEYER/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Monaco - Kolombia terancam kehilangan salah satu bintangnya di Piala Dunia 2014. Radamel Falcao ada kemungkinan akan absen dalam perhelatan yang digelar empat tahun sekali itu karena cedera lutut yang menghantamnya sejak Januari lalu masih terus membayanginya.

    "Kondisinya masih 60 persen," kata ayahnya, Radamel Garcia, kepada RCN Radio, Senin, 19 Mei 2014. "Kami masih terus memantau perkembangannya."

    Falcao tumbang dihantam cedera saat membela AS Monaco melawan Monst d'Or Azergues Foot di Piala Prancis, Januari lalu.

    Saat itu ia mendapat tekel keras dari bek Monst d'Or Azergues, Sonner Ertek. Falcao mengerang kesakitan dan terpaksa ditandu ke luar lapangan pada menit ke-40.

    ADVERTISEMENT

    Seusai pertandingan, AS Monaco, mengumumkan Falcao mengalami patah ligamen. Ia harus beristirahat selama 4-6 bulan. Artinya, peluang Falcao tampil di Piala Dunia sangat tipis.

    Jumat pekan lalu, Falcao memang terlihat berlatih bersama para pemain AS Monaco di Stade Louis II, stadion milik AS Monaco. Tapi ia belum fit benar.

    Falcao memang harus berlomba dengan waktu karena kickoff Piala Dunia hanya tinggal 25 hari lagi. Tapi Falcao mengatakan dia lebih berfokus pada pemulihannya ketimbang Piala Dunia.

    "Rasanya mustahil mengembalikan kondisi fisik saya hingga mencapai 100 persen sebelum Piala Dunia digelar," kata Falcao. "Saya tidak akan memaksakan diri jika memang tidak bisa memberikan kontribusi apa-apa."

    Kehilangan Falcao akan menjadi pukulan berat buat Kolombia. Sebab, tanpa pemain berambut gondrong itu, Kolombia seperti sebatang tombak tanpa mata pisau.

    DAILY STAR | DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.