Pele: Neymar Harus Berubah untuk Raih Ballon d'Or  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain legendaris Brasil Pele, memberi salam kepada penggemarnya pada peresmian stadion Territorio Santos Modelo, di Torreon, Meksiko, sebagai kandang klub Santos (12/11). REUTERS/Tomas Bravo

    Pemain legendaris Brasil Pele, memberi salam kepada penggemarnya pada peresmian stadion Territorio Santos Modelo, di Torreon, Meksiko, sebagai kandang klub Santos (12/11). REUTERS/Tomas Bravo

    TEMPO.CO, Rio - Legenda sepak bola Brasil, Pele, memperingatkan Neymar untuk mengubah kebiasaan buruknya di lapangan jika ingin meraih Ballon d'Or yang merupakan simbol pemain sepak bola terbaik dunia. Kebiasaan buruk tersebut, seperti dikatakan Pele, adalah diving alias berpura-pura terjatuh.

    "Ia harus berubah. Khususnya jika ia ingin menjadi pemain terbaik dunia," kata Pele, seperti dilansir ESPN, Rabu, 4 Juni 2014.

    Neymar memang kerap kedapatan berpura-pura terjatuh dalam sebuah pertandingan kompetisi La Liga Spanyol musim ini. Kebiasaan itu pun membuat gerah beberapa pihak, salah satunya pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, yang bahkan menyebut diving sebagai "tabiat" Neymar.

    "Neymar harus bisa mengontrol emosinya di lapangan. Ia harus belajar bermain sepak bola dengan berdiri, tidak melulu jatuh dengan cepat," kata Pele lagi.

    ADVERTISEMENT

    "Makanya, saya bersyukur ia pindah ke Barcelona pada awal musim ini. Kepindahan itu membawa pengaruh baik untuk timnas Brasil."

    Menurut Pele, sepak bola di Eropa, khususnya Spanyol, lebih ketat ketimbang Brasil sehingga bisa memperbaiki kebiasaan buruk Neymar tersebut. "Pemain belakang selalu menempel Anda, dan wasit memberi ruang untuk kontak fisik lebih banyak," kata Pele, yang ironisnya justru tak pernah bermain di Benua Biru sepanjang karier profesionalnya.

    ESPN | ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.