Luis Suarez Pernah Ditabrak Mobil Saat 12 tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya selebrasi penyerang Liverpool, Luis Suarez usai mencetak gol kegawang Manchester United dalam laga Liga Premier Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 16 Maret 2014. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)

    Gaya selebrasi penyerang Liverpool, Luis Suarez usai mencetak gol kegawang Manchester United dalam laga Liga Premier Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 16 Maret 2014. (Photo by Alex Livesey/Getty Images)

    TEMPO.CO, London – Sebagai pemain, Luis Suarez adalah sosok yang sangat perkasa. Saat masih berusia 12 tahun, striker Liverpool asal Uruguay ini pernah mengalami patah tulang kaki, tapi gips yang membalut kakinya tak bisa menghentikannya bermain sepakbola.

    “Saat masih kanak-kanak, saya pernah ditabrak sebuah mobil yang melintas di Parque Central (stadion milik Nacional, klub yang didukung Suarez di Montevideo) dan tulang kelima saya patah. Saat itu saya tak menyadarinya,” tutur Suarez.

    “Yang terburuk adalah saya terus bermain sepakbola setelah kaki saya dipasangkan gips. Dokter sangat marah. Ketika tiba saatnya untuk melepas gips itu, bagian tumitnya sudah benar-benar hancur. Sepekan setelah mereka melepas gips itu, saya kembali bermain di tim anak-anak Nacional.”

    Karenanya, tak mengejutkan jika pemain timnas Uruguay mengaku tak pernah ragu dengan peluangnya untuk tampil di Piala Dunia 2014 kendati dua pekan yang lalu ia baru saja menjalani operasi pada lutut kirinya.

    ADVERTISEMENT

    “Tak pernah sekalipun saya berpikir bakal melewatkan turnamen ini,” katanya. “Hal terburuk adalah istri saya sangat mencemaskan saya pada beberapa hari pertama dengan mengatakan, ‘Jangan bergerak,’ ‘Tetap duduk’, ‘Tetap di sana!’ Tak bisa menidurkan atau memandikan anak-anak adalah situasi yang paling mengganggu saya daripada kekhawatiran bakal absen di Piala Dunia.”

    Ketangguhan Luis Suarez sangat membantu proses pemulihannya. Begitu juga dengan campur tangan fisioterapis pribadi Walter Ferreira yang telah membuat keajaiban terhadap para pemain top Uruguay di masa lalu.

    “Setelah beberapa hari saya menemui Walter dengan menggunakan kruk dan ia bilang, “Singkirkan semua itu!” Ia menyuruh saya menumpukan berat badan saya pada lutut itu, secara lembut, bukan menghentaknya, tapi hanya sedikit tekanan  hingga rasa sakitnya hilang dan sedikit demi sedikit rasa sakit itu hilang.”

    Ada pesan dukungan dari rekan-rekannya di Liverpool di kamp Inggris meski mereka tak mendoakan Luis Suarez untuk pulih secepatnya. Maklum, The Three Lions akan berhadapan dengan Uruguay pada 19 Juni dan absennya Luis Suarez bisa menjadi keuntungan bagi skuad Roy Hodgson ini.

    “Pada hari operasi, saya berbicara dengan Steven Gerrard dan Glen Johnson dan mereka bilang: ‘Cedera ini benar-benar sial, semoga beruntung, cepat sembuh, semoga bisa bertemu kamu di lapangan.’”

    Luis Suarez sudah sepakat untuk menukar kaos Uruguay miliknya dengan kaos Inggris milik Gerrard pada pertandingan yang akan digelar di Sao Paulo nanti. “Kami sudah mengatakan akan bertukar kaos seusai pertandingan,” kata Suarez.

    “Glen juga akan meminta kaos saya, saya yakin, dan mungkin Daniel Sturridge dan Raheem Sterling. Saya akan meminta petugas perlengkapan untuk menyediakan kaos ekstra.

    “Situasi ini sama dengan saat saya menghadapi Belanda di Piala Dunia 2010. Saat itu saya masih di Ajax Amsterdam dan memiliki sejumlah rekan di tim Oranje. Jadi, saya meminta petugas perlengkapan untuk menyediakan lima kaos tambahan meski saya tak bermain dalam laga itu.

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.