Transportasi Lumpuh, Timnas Meksiko Naik Taksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Meksiko. AP/Hassan Ammar

    Timnas Meksiko. AP/Hassan Ammar

    TEMPO.CO, Brasilia - Aksi mogok kerja yang dilakukan operator kereta dan ratusan pekerja lainnya menyebabkan transportasi di kota-kota Brasil lumpuh, sehingga merugikan wisatawan, warga sekitar, dan pemain yang akan melangsungkan pertandingan pada 12 Juni nanti. (Baca: Aksi Mogok Kerja di Brasil Lumpuhkan Transportasi)

    Ternyata, timnas Meksiko juga merasakan dampak dari aksi mogok kerja ini. Para pemain bahkan harus berdempetan naik taksi saat harus ke tempat latihan.

    "Bus kami menyusut, ha-ha-ha," kicau kapten timnas Meksiko, Rafael Marquez, lewat akun Twitter-nya sambil membagi foto selfie dengan Marco Fabian, Hector Herrera, dan Alfredo Talavera dalam sebuah taksi, seperti dilansir Reuters, Senin, 9 Juni 2014.

    Seperti diketahui, sebelumnya, operator kereta melakukan aksi mogok kerja dan menuntut kehidupan yang lebih layak kepada pemerintah. Para pendemo juga sempat bentrok dengan polisi setempat setelah merusak sebuah stasiun di Sao Paulo dan memblokir jalan. (Baca: Jelang Piala Dunia, Polisi Brasil Minta Naik Gaji)

    Padahal, ujar pejabat setempat, kereta bawah tanah adalah transportasi utama yang diandalkan pemerintah Brasil bagi para wisatawan. Namun para pekerja mengancam akan melakukan aski demo hingga akhir pekan ini.

    Timnas Meksiko akan bertanding melawan Kamerun di Grup A pada 17 Juni nanti. Tim Los Tricolores ini juga akan berhadapan dengan Brasil pada 23 Juni jika tim Canarinha menang melawan Kroasia pada pertandingan pembuka 12 Juni nanti. 

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Makan Bareng Miliarder, Pria Ini Rogoh Rp 25 Miliar
    Jembatan 'Gembok Cinta' Paris Ambruk 
    Hillary Mengaku Bangkrut Saat Tinggalkan Gedung Putih  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.